Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kondisi Twitter Parah, Elon Musk: Kas Berdarah Banyak Utang
    Insight News

    Kondisi Twitter Parah, Elon Musk: Kas Berdarah Banyak Utang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Juli 2023Updated:20 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk blak-blakan kondisi Twitter saat ini. Ia mengatakan bahwa kondisi keuangan Twitter berdarah-darah, pendapatan jeblok, dengan utang yang masih menumpuk.

    Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah tweet balasan untuk seorang warganet. Awalnya, seorang netizen menyarankan Musk untuk membentuk konsorsium bersama dan melunasi utang Twitter.

    Musk membalas dengan mengeluhkan posisi keuangan perusahaan yang sedang tidak baik-baik saja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Arus kas kami masih negatif. Faktornya, penurunan pendapatan iklan 50% dan beban utang yang berat,” tulis Musk menanggapi tweet itu. “Kami perlu mencapai arus kas positif sebelum mendapatkan ‘kemewahan.’

    Pria terkaya di dunia itu diketahui banyak membuat perubahan besar di Twitter sejak membeli platform tersebut seharga US$44 miliar pada Oktober tahun lalu. Salah satunya kebijakan tersebarnya adalah memangkas sekitar 90% karyawan Twitter di seluruh dunia.

    Mengutip Insider, Musk membayar akuisisi Twitter dengan pinjaman hutang dalam jumlah besar. Pembayaran bunganya saja diperkirakan sekitar US$ 1,5 miliar per tahun, menurut laporan Reuters.

    Fidelity, seorang manajer aset, memperkirakan pada Mei lalu bahwa Twitter sekarang hanya bernilai US$ 15 miliar. Prediksi itu bahkan sebelum Meta meluncurkan Threads, yang diharapkan Mark Zuckerberg akan menjadi pembunuh Twitter.

    Dokumen internal yang dibagikan dengan The New York Times pada bulan Juni menunjukkan bahwa pendapatan iklan turun hampir 60%.

    Itu terjadi di tengah penurunan dalam periklanan online, dengan banyak perusahaan memilih untuk mengurangi biaya pemasaran.

    Sementara itu, langkah-langkah yang diharapkan Musk akan menghasilkan aliran pendapatan baru belum dimulai. Kebijakan akun premium lewat Twitter Blue hanya menghasilkan US$ 11 juta dalam tiga bulan pertama.

    Insentif untuk menarik kreator ke platform dan mendapatkan lebih banyak pengguna Twitter Blue, juga tampaknya tidak akan menghasilkan perubahan nyata untuk pendapatan Twitter.


    Artikel Selanjutnya


    Elon Musk Mau Sulap Twitter Jadi Google, Deadline 1 Minggu!

    (dem)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.