Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kominfo Disebut Idiot oleh Hacker, Netizen RI Ikutan Nyinyir
    Insight News

    Kominfo Disebut Idiot oleh Hacker, Netizen RI Ikutan Nyinyir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 September 2022Updated:11 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bukan hanya akun hacker Bjorka yang mengirimkan pesan pedas pada Kementerian Kominfo. Namun sejumlah warganet juga ikut mengomentari lembaga tersebut.

    Bjorka diketahui mengunggah pesan dalam akun di forum Breached.to yang meminta kementerian itu untuk berhenti menjadi idiot.

    Ini terkait ucapan Dirjen Aptika Kementerian Semuel Abrijani Pangerapan yang meminta untuk tidak menyerang karena merugikan masyarakat setelah dugaan kebocoran data SIM Card disebarkan Bjorka.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pengguna Twitter ikut mengomentari unggahan Bjorka itu. Ada pengguna yang menyatakan hal tersebut memalukan.

    Selain itu adapula yang mendukung dan menganggap wajar ucapan Bjorka tersebut. Mereka juga ada yang mengingatkan tugas Kominfo untuk melindungi masyarakat. Selain itu netizen menyebutkan Kominfo memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam kebijakan registrasi SIM Card.

    Menteri Kominfo, Johnny Plate juga mengomentari soal sindiran Bjorka. Dia hanya mengatakan bagi pihak yang tidak mengerti dan melanggar undang-undang adalah yang salah.




    Foto: Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia dalam acara Kelompok Kerja Ekonomi Digital Group of Twenty atau Digital Economy Working Group (4th DEWG Meeting) G20 pada 29 Agustus 2022 – 1 September 2022 di Hotel Mulia Resort Nusa Dua, Bali, Kamis (1/9/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)




    Kalau ruang digital menggunakan kata-kata tidak etis dan terpancing tidak etis, kita mendorong ruang digital kotorMenteri Kominfo Johnny G. Plate

    “Yang tidak mengerti undang-undang dan melanggar undang-undang itu yang salah Sedangkan terminologi kata-kata kalau ruang digital menggunakan kata-kata tidak etis dan terpancing tidak etis, kita mendorong ruang digital kotor. Apa mau kita seperti itu?” kata Johnny ditemui di DPR, Rabu (7/9/2022).

    Dia menegaskan bagi pihak yang melakukan pelanggaran data dan juga menggunakan terminologi tidak etis adalah tidak baik. “Sudah melakukan tindakan pelanggaran berupa kebocoran data menggunakan terminologi tidak etis dan tidak sejalan dengan kultur kita, itu tidak baik. Jangan ikut-ikut yang seperti itu,” jelasnya.

    Akun Bjorka diketahui yang menyebarkan informasi kebocoran dan penjualan 1,3 miliar data registrasi SIM Card. Data tersebut dijual dengan harga US$50 ribu atau Rp 745,6 juta.

    Bjorka juga membagikan sampel data yang bocor tersebut. Peretas diklaim berhasil mendapatkan data-data seperti NIK dan juga nomor ponsel.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Diksusi Internal TikTok Bocor, Sobat Donald Trump Raih Untung

    (dem)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.