Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kisah Tragis Karyawan Facebook Dipecat Gara-gara Israel
    Insight News

    Kisah Tragis Karyawan Facebook Dipecat Gara-gara Israel

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Juni 2024Updated:7 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Serangan Israel ke Palestina memakan korban di Amerika Serikat (AS), yakni karyawan Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp). Alhasil, Meta digugat di pengadilan Amerika Serikat (AS).

    Mantan karyawan Meta itu bernama Ferras Hamad, seorang berdarah Palestina-Amerika Serikat (AS). Dia bekerja di unit pembelajaran mesin (machine learning) Meta sejak 2021.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Gugatan dilayangkan di pengadilan negara bagian California dengan alasan diskriminasi, pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tidak sah, dan kesalahan lain soal pemecatan. Ferras menuding mantan kantornya bias pada warga Palestina, dikutip dari Reuters, Jumat (7/6/2024).

    Meta disebut memutus komunikasi internal karyawan yang membicarakan kematian kerabat di Gaza akibat upaya genosida yang dilancarkan Israel. Selain itu, perusahaan juga menyelidiki pegawai yang menggunakan emoji Palestina.

    Perlakuan itu berbeda dengan mereka yang mengunggah emoji bendera Israel atau Ukraina. Gugatan menyebutkan tidak ada penyelidikan pada aksi tersebut.

    Pihak Meta juga telah buka suara terkait hal tersebut. Pemecatan Hamad disebut juru bicara Andy Stone karena pelanggaran kebijakan akses data.

    Reuters menuliskan kebijakan tersebut membatasi apa yang bisa dilakukan karyawan dengan data yang ada.

    Sementara itu, Hamad mengatakan pemecatannya bermula pada sebuah insiden bulan Desember lalu. Ini terkait prosedur darurat yang dirancang menyelesaikan masalah parah yang disebut SEV atau site event.

    Hamad mencatat adanya prosedur yang menyimpang dari penanganan tersebut terkait Palestina. Postingan dibatasi dan dicegah muncul pada fitur search dan feed.

    Selain itu, Hamad menemukan unggahan video pendek dari jurnalis foto Palestina Motaz Azaiza masuk dalam klasifikasi pornografi. Padahal video menunjukkan bangunan hancur di Gaza yang dibombardir Israel.

    Setelah masalah itu diketahui pihak manajemen, Hamad bertemu dengan perwakilan Meta pada Januari lalu. Dia dipecat beberapa hari setelah mengajukan adanya keluhan diskriminasi.


    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.