Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kisah Pencurian Uang Kripto yang Sukses Curi Rp 14,3 Triliun
    Insight News

    Kisah Pencurian Uang Kripto yang Sukses Curi Rp 14,3 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 April 2022Updated:5 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    hacker as lumpuhkan internet korut
    Keyboard hacker AS
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tim peneliti Chainalysis melaporkan peretasan cryptocurrency berhasil mencuri US$1 miliar (Rp 14,3 triliun) dalam waktu satu tahun. Aksi ini menggunakan celah kelemahan pada bridges atau jembatan, yang memungkinkan token untuk satu Blockchain digunakan di tempat lain.

    Kasus peretasan di jembatan terbaru adalah Ronin Bridges, di mana software diadopsi untuk membantu jaringan Axie Infinity mempercepat transaksi dan mengurangi biaya. Sebab blockchain Ethereum yang menjadi dasarnya tidak bisa menangani permintaan yang melonjak dari gamer dengan cepat atau murah.

    “Bridges, menurut pendapat saya merupakan satu-satunya titik potensi kegagalan terbesar dalam kripto saat ini,” kata kepala interaktif di Hivemind Capital dan pemimpin serikat play-to-earn Kapital DAO Axie Infinity, Sam Peurifoy, dikutip dari The Straits Times, Selasa (5/4/2022).

    Dune Analytics melaporkan ada US$21 miliar (Rp 301,3 triliun) yang terkunci pada Ethereum bridges. Di bulan Februari, peretas mencuri sekitar US$300 juta (Rp 4,3 triliun) dari Wormhole, jembatan penghubung Ethereum ke Solana dan nasib serupa menimpa Meter Passport juga diretas serta jutaan dolar kripto hilang.

    Sementara itu di bulan Januari, Qubit Finances juga berhasil dibobol. Ini merupakan proyek yang memungkinkan fungsi lintas rantai bisa diretas.

    Jembatan juga ternyata rentan atas masalah unik lain selain dari peretasan. Tahun lalu Optik pada jaringan Celo tidak bisa beropasi karena tim pengembangnya kehilangan kendali akan proyek tersebut.

    Masalah lainnya adalah butuh waktu untuk mengetahui ada masalah dalam bridges, karena beberapa diantaranya dijalankan dengan sedikit staf keamanan. Masalah itu pernah terjadi pada Ronin. Pencurian terjadi 23 Maret senilai US$600 juta (Rp 8,6 triliun) namun baru diketahui 29 Maret.

    Bahkan kejadian peretasan pada jembatan-jembatan tersebut tak terbayangkan oleh ahli dalam pembangunan infrastruktur ConsenSys, Peter Robinson. “Saya tahu kedengarannya jembatan seperti sedikit kecelakaan kereta api, namun saya tidak berpikir seburuk itu,” ucapnya dalam sebuah wawancara sebelum Ronin diretas.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.