Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kisah Pegawai Nganggur Gegara AI, Makan Sehari-Hari Susah
    Insight News

    Kisah Pegawai Nganggur Gegara AI, Makan Sehari-Hari Susah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Agustus 2023Updated:3 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kian masif akhirnya membuat banyak korban berjatuhan. Salah satunya seorang penulis berusia 22 tahun bernama Sharanya Battacharya.

    Sebelumnya, dia bekerja sebagai ghost writer dan copywriter untuk agensi solusi kreatif. Dia menghasilkan lebih dari US$240 per bulan (Rp 3,6 juta).

    Namun, semuanya sirna saat ChatGPT, chatbot buatan OpenAI yang viral akhir tahun lalu, muncul. Akhir 2022, beban kerjanya berkurang hingga hanya menulis satu hingga dua tulisan per bulan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia mengatakan perusahaannya tidak menjelaskan alasan beban kerjanya berkurang. Namun, kecurigaannya adalah perusahaan itu mulai menggunakan ChatGPT sebagai efisiensi biaya.

    Dampak pengurangan pekerjaannya itu sangat terasa pada Battacharya. Penghasilannya merosot hingga 90% dari biasanya yang didapatkan.

    Gajinya itu untuk kehidupan sehari-harinya bersama sang ibu, Bandana, yang menjual sari. Dengan penghasilan yang menurun, keluarga itu juga harus mengurangi biaya hidupnya.

    “Kami harus memonitor berapa banyak makanan yang kami konsumsi dan tidak bisa lagi melakukan hal yang biasa dilakukan seperti pergi makan, kami hanya bisa melakukannya sekali dalam beberapa bulan saja,” ujar mahasiswa pascasarjana ilmu biologi di Indian Institute of Science Education and Research, dikutip dari NY Post, Kamis (3/8/2023).

    Uang yang didapatkan akhirnya hanya bisa digunakan untuk menopang kebutuhan sehari-harinya. “Seperti makanan dan tagihan untuk memastikan kami bisa hidup dengan baik,” ungkapnya.

    Bukan hanya gaji, pekerjaannya juga jadi tidak pasti. Sebab dia menghadapi potensi jadi pengangguran.

    Nasib Bhattacharya juga dirasakan oleh sejumlah orang di dunia. Misalnya saja karyawan Google yang terancam PHK karena perusahaan akan mengawinkan AI dengan produk Assistant.

    Sementara itu, karyawan Adobe khawatir kemunculan tools desain milik perusahaan. AI dikhawatirkan bisa membuat mereka kehilangan pekerjaan.



    Artikel Selanjutnya


    ChatGPT Bawa Malapetaka, Ini 4 Bahaya AI Buat Manusia

    (npb/npb)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.