Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kisah Menkes Kena Semprot Gubernur, Sekarang Jadi Capres
    Insight News

    Kisah Menkes Kena Semprot Gubernur, Sekarang Jadi Capres

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 November 2023Updated:12 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidak memiliki rekam jejak di dunia kesehatan karena sebelumnya lama menjadi Banker.

    Tidak heran, perjalanan karir BGS, apalagi di awal menjabat sebagai Menteri Kesehatan tidaklah mudah. Ia dihadapi dengan permasalahan Covid-19 hingga dimarahi oleh pemimpin daerah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pada saat Covid-19 menyeruak, data pasien di RI belum sesuai. Saat itu, hasil tes Covid-19 diberikan secara bertahap dari dinas kota/kabupaten hingga provinsi, yang diduga datanya dapat diubah.

    Pada akhirnya, Budi dan pihaknya memiliki cara lain agar hasil tes bisa langsung sampai ke tangannya. Yakni memotong jalur dan membuat laboratorium melaporkan langsung ke Kementerian Kesehatan.

    Kala itu, hasil tes dimasukkan langsung ke Google Form. Dengan cara tersebut, Budi bisa mengetahui kasus Covid-19 sebelum pemimpin daerah tahu.

    “Periksa (hasilnya) positif malamnya saya sudah tahu. Karena kan sudah masukin sama labnya. Dinkes, Walikota belum tahu, udah keluar. Begitu dilakukan, semua gubernur, termasuk yang running jadi Presiden marah sama saya. Karena angkanya keluar semua,” jelasnya, saat Tech Conference 2023 CNBC Indonesia, dikutip Minggu (12/11/2023).

    Pria yang akrab disapa BGS ini juga sempat kena marah sejumlah dokter. Ini terkait kebijakan telemedicine yang dia terapkan beberapa waktu lalu.

    “Dokter paling tidak setuju dengan layanan telemedicine. Karena praktik berdasarkan daerah, dokter Jakarta praktik di Jakarta. Dia jadi kehilangan lahan,” kata Budi.

    Pandemi jugalah yang memaksa mereka mau melakukan telemedicine. Keadaan tersebut memaksa dokter dan pasien tidak bisa bertemu secara tatap muka.

    Budi juga langsung melobi pihak platform telemedicine untuk menyediakan layanan secara gratis. Begitu pula dengan startup logistik.

    “Saya jadi Menkes dicela terus. Tapi akhirnya dipuji, karena ini [telemedicine] masyarakat merasakan manfaatnya,” ucapnya.



    Artikel Selanjutnya


    Menkes Buka-bukaan Soal AI, Bisa Jadi Juru Selamat Warga RI

    (fab/fab)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.