Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»‘Kiamat’ Uang Kertas Semakin Nyata, BI Ungkap Fakta Baru!
    Insight News

    ‘Kiamat’ Uang Kertas Semakin Nyata, BI Ungkap Fakta Baru!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Januari 2023Updated:21 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bank Indonesia (BI) mencatat, transaksi ekonomi dan keuangan digital di tanah air berkembang pesat sepanjang tahun 2022.

    Gubernur BI Perry Warjiyo merinci, nilai transaksi uang elektronik (UE) pada 2022 mencapai Rp 399,6 triliun atau tumbuh 30,84% dibandingkan tahun 2021 atau year on year (yoy). Bahkan pada 2023, transaksi uang elektronik naik hingga mencapai Rp 495,2 triliun atau tumbuh 23,9%.

    Sementara itu, nilai transaksi digital banking sepanjang 2022 mencapai Rp 52.545,8 triliun atau tumbuh 28,72% (yoy). Pada tahun ini, transaksi digital banking diperkirakan mencapai Rp 64.175,1 triliun atau tumbuh 22,13%.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital di tanah air berbanding jauh dengan pertumbuhan jumlah uang kartal yang diedarkan pada Desember 2022 yang hanya meningkat 6,95% (yoy) atau mencapai Rp 1.026,5 triliun.

    Lebih lanjut, jumlah uang beredar dalam arti sempit (M1) dan dalam arti luas (M2) saat ini cukup mampu mendukung kegiatan ekonomi. Berdasarkan catatan BI, M1 tumbuh sebesar 9,5% (year on year/yoy) dan M2 tumbuh mencapai 8,3% (yoy).

    Pada 2023, kata Pery, BI akan terus mendorong inovasi sistem pembayaran dan memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Termasuk melalui perluasan untuk distribusi uang Rupiah layak edar ke wilayah Terluar, Terdepan, dan Terpencil (3T).

    “Bank Indonesia terus menjaga stabilitas dan meningkatkan efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan kebijakan dan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi,” jelas Perry.

    Melihat adanya budaya pembayaran non tunai (cashless) pada masyarakat Indonesia, BI mendorong untuk memperluas implementasi QRIS atau pembayaran melalui uang elektronik seperti lewat QR Code.

    “Melanjutkan perluasan implementasi QRIS melalui strategi 45 juta pengguna dan 1 miliar volume transaksi pada tahun 2023 serta pengembangan fitur QRIS dan QRIS antarnegara,” jelas Perry.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Hore! QRIS BI Bisa Dipakai di Singapura Tahun Depan

    (cap/cap)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.