Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»‘Kiamat’ Uang Kertas di Depan Mata, Ini Penggantinya
    Insight News

    ‘Kiamat’ Uang Kertas di Depan Mata, Ini Penggantinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 April 2022Updated:27 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bank Indonesia terus mendorong percepatan digitalisasi tak terkecuali untuk mata uang rupiah. Salah satunya dengan menyiapkan Central Bank Digital Currency (CBDC).

    Artinya, ke depan pemakaian uang kertas bisa jadi akan ditinggalkan karena uang digital akan lebih digemari. Seperti saat ini masyarakat lebih nyaman menggunakan transaksi digital.

    Namun, tentu saja ada sejumlah tantangan yang ditemui BI dalam mengimplementasikan CBDC ini. Sehingga negara lain diharapkan bisa ikut berpartisipasi memberikan masukan kepada Indonesia dalam merancangnya.

    “Kami bermaksud mendorong dan mengajak komunitas tingkat internasional untuk menyampaikan solusi yang paling praktis dalam merancang dan mengimplementasikan CBDC,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam keterangan resmi, Selasa (26/4/2022).

    Dalam keterangannya, BI melihat setidaknya ada tiga tantangan utama dalam penyusunan uang digital ini. Pertama, membangun sarana yang efektif dan kuat dalam menerbitkan, mendistribusikan dan mentransfer CBDC. Dalam hal ini kemampuan baru, seperti programabilitas uang serta turut mendukung tersedianya layanan inovatif kepada pengguna.

    Kedua, mendukung inklusi keuangan untuk mengatasi hambatan yang dihadapi oleh masyarakat yang belum memiliki rekening bank dan tidak terjangkau oleh bank.

    Ketiga, meningkatkan interoperabilitas dan mengaktifkan koneksi serta keterkaitan dalam sistem pembayaran, meningkatkan konektivitas dan interoperabilitas.

    BI dalam keterangannya juga menyebutkan CBDC ini bertujuan untuk menghindari dampak fenomena percepatan pertumbuhan transaksi aset digital yang memiliki risiko besar terhadap stabilitas sistem keuangan dan moneter global.

    Selain itu, transaksi aset digital secara global juga memiliki potensi munculnya praktik kejahatan lintas negara seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme.

    [Dexpert.co.id]

    (mij/mij)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.