Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kiamat Sudah Dekat, Tanda Muncul dari Bawah Tanah & Samudra Atlantik
    Insight News

    Kiamat Sudah Dekat, Tanda Muncul dari Bawah Tanah & Samudra Atlantik

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Februari 2024Updated:25 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Perubahan iklim di planet bumi, selain memberikan dampak buruk, juga disebut-sebut sebagai salah satu tanda bahwa kiamat akan segera terjadi. Kini tanda kiamat tersebut telah ditemukan di bawah tanah dan di Samudra Atlantik.

    Tanda kiamat muncul di bawah tanah setelah sebuah penelitian menemukan jumlah air di sana makin lama makin menyusut. Jumlah penurunannya juga kian signifikan dibandingkan 30-40 tahun lalu.

    Dalam catatan penelitian dari UC Santa Barbara, penyusutan mencapai mencapai 71%, jauh di atas 16% pada periode 1980-1990 lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Temuan lainnya adalah penurunan terjadi tiga kali lipat pada beberapa tempat dari yang diperkirakan sebelumnya.

    Penelitian tersebut dilakukan dengan mengumpulkan data dari catatan nasional dan subnasional. Selain itu, mereka juga menggunakan data yang dikerjakan oleh lembaga lain.

    Sementara pertanda kiamat yang diperlihatkan dengan perubahan iklim terlihat jelas di Samudera Atlantik, di mana titik kerusakan sirkulasi Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) dilaporkan terjadi lebih cepat.

    Kerusakan itu ditemukan para peneliti melalui model komputer dan data masa lalu. Peneliti juga mengembangkan indikator peringatan dini pada kerusakan atau sistem arus laut.

    Hasilnya AMOC berada dalam perubahan yang mendadak. Parahnya lagi kejadian ini belum pernah terjadi sejak lebih dari 10 ribu tahun lalu dan dampaknya akan meluas pada sebagian besar dunia.

    Sebagai informasi, AMOC adalah arus teluk dan arus kuat lainnya. Ini merupakan sabuk pengangkut laut yang membawa panas, karbon dan nutrisi dari daerah tropis ke Lingkaran Arktik yang menjadi tempat mendingin dan tenggelam ke laut dalam.

    Fenomena tersebut akan mendistribusikan energi ke seluruh Bumi dan memodulasi dampak pemanasan global yang disebabkan manusia.

    Sementara itu, AMOC terjadi karena gletser di Greenland dan lapisan es Arktik yang mencair lebih cepat dari perkiraan. Dengan begitu, air tawar mengalir ke laut dna menghambat air asin tenggelam dari selatan.

    Tercatat, AMOC terus mengalami penurunan sejak 1950 yakni mencapai 15%. Ini menjadi yang terlemah sejak satu milenium.

    Berdasarkan penelitian, perubahan suhu pada permukaan laut akan dalam titik kritis terjadi antara 2025-2095. Namun temuan tersebut dibantah oleh Kantor Meteorologi Inggris. “Sangat tidak mungkin terjadi pada abad ke 21,” tulis lembaga tersebut.




    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.