Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»‘Kiamat’ Makin Jelas, Penghuni Bumi Punya Sisa Waktu 10 Tahun
    Insight News

    ‘Kiamat’ Makin Jelas, Penghuni Bumi Punya Sisa Waktu 10 Tahun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 April 2023Updated:29 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, pemanasan global diprediksi akan melampaui 1,5 derajat Celsius. Hal itu dikhawatirkan oleh para ahli karena 1,5 derajat Celsius adalah batas bencana pemanasan global yang dampaknya ke Bumi sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

    Menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) mengatakan bahwa kondisi ini membuat penghuni Bumi berhadapan dengan dekade paling krusial dalam sejarah manusia.

    Meskipun demikian, IPCC mengatakan bahwa manusia masih belum terlambat untuk mencegah titik ‘kiamat’ akibat pemanasan global. Oleh sebab itu, PBB mengimbau penduduk Bumi untuk segera mengurangi emisi pemanasan global secara drastis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kami tahu caranya, yakni memiliki teknologi, peralatan, dan anggaran yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan iklim yang sudah kita kenali sejak lama,” ujar Ketua IPCC, Lee Hoesung, dikutip dari AFP, Sabtu (29/4/2023).

    “Satu-satunya yang kurang adalah kemauan politik yang kuat,” lanjutnya.

    IPCC menyatakan, suhu Bumi akan mencapai titik 1,5 derajat Celsius alias lebih tinggi dari masa pra-industri pada awal 2030-an.

    Saat ini, Bumi sudah 1,2 derajat Celsius lebih hangat dari masa pra-industri. Bahkan, dampak pemanasan global ini sudah sangat dirasakan oleh penduduk Bumi berupa cuaca ekstrem.

    “Tahun paling panas yang kita alami saat ini akan menjadi tahun terdingin di satu generasi,” kata ilmuwan dari Imperial College London, Friederike Otto.

    Dampak terlampauinya batas 1,5 derajat Celcius adalah sinyal peningkatan laju kepunahan spesies, gagal panen, hingga ‘tipping point’ dari perubahan sistem iklim berupa kematian koral dan mencairnya es di kutub.

    Sekjen PBB, Antonio Guterres menyatakan bahwa negara kaya yang pada awalnya menargetkan karbon netral pada 2050 harus mempercepatnya menjadi 2040 untuk ‘menjinakkan bom iklim’.

    “Manusia berdiri di lapisan es yang tipis dan es itu mencair dengan sangat cepat,” kata Guterres.

    Menurut laporan IPCC, jika Bumi hanya bisa menahan laju pemanasan global sebesar 1,8 derajat Celcius, setengah dari manusia di Bumi akan hidup di tengah panas dan kelembaban ekstrem pada 2100.

    Wilayah yang paling terdampak dari panas dan kelembaban ekstrem tersebut termasuk Asia Tenggara, sebagian dari Brasil, dan Afrika bagian barat.




    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.