Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kiamat Dokter Makin Nyata Gegara ChatGPT, Cek Bukti Terbaru!
    Insight News

    Kiamat Dokter Makin Nyata Gegara ChatGPT, Cek Bukti Terbaru!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Mei 2023Updated:4 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa pasien menilai respons ChatGPT lebih berempati dan berkualitas lebih tinggi daripada dokter.

    Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Jama Internal Medicine itu menyebut tim profesional perawatan kesehatan berlisensi diminta untuk menilai tanggapan dari dokter serta ChatGPT.

    Mereka menemukan bahwa proporsi tanggapan yang dinilai sebagai “empati” atau “sangat berempati” lebih tinggi ChatGPT daripada dokter. Bahkan chatbot besutan OpenAI itu tampaknya mendapat skor lebih tinggi daripada dokter dalam hal kualitas tanggapan terhadap pasien.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Para peneliti menyarankan bahwa studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi apakah chatbot AI seperti ChatGPT dapat digunakan dalam pengaturan klinis untuk membantu mengurangi kelelahan pada dokter dan profesional kesehatan lainnya.

    Salah satu penggunaan potensial untuk teknologi ini, misalnya, memiliki draf tanggapan chatbot yang kemudian dapat diedit oleh dokter. Selain itu uji coba acak dapat menilai apakah menggunakan asisten AI dapat meningkatkan tanggapan, menurunkan kelelahan dokter, dan juga meningkatkan hasil pasien.

    Namun, para ahli mengingatkan bahwa chatbot tidak dapat menggantikan hubungan manusia dan perawatan yang merupakan bagian penting dari proses kesehatan. Pasien mungkin merasa lebih nyaman menerima saran medis dari chatbot, tetapi bagi banyak pasien, sentuhan manusia merupakan aspek perawatan yang penting, demikian dikutip dari Ubergizmo, Rabu (3/5/2023).

    Seorang dokter manusia dapat menyesuaikan bahasa, cara dan pendekatan mereka sebagai respons terhadap isyarat dan interaksi sosial, sedangkan chatbot akan menghasilkan bahasa yang lebih umum tanpa kesadaran akan konteks sosial.

    Secara garis besar, penelitian menunjukkan bahwa chatbot seperti ChatGPT mungkin memiliki potensi dalam pengaturan klinis. Tapi tetap penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya dampak AI terhadap pasien dan profesi kesehatan.




    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.