Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kiamat Digital, Startup di Sektor Ini Paling Kering Modal
    Insight News

    Kiamat Digital, Startup di Sektor Ini Paling Kering Modal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Januari 2023Updated:25 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Satu per satu startup mulai bertumbangan di tahun lalu. Wakil Ketua IV Amvesindo, Rama Mamuaya menjelaskan ada beberapa penurunan pada pendanaan di sejumlah sektor perusahaan rintisan tersebut.

    Menurutnya penurunan drastis terjadi pada sektor logistik dan pendidikan berbasis teknologi. Sementara itu, fintech meski mengalami penurunan transaksi pendanaan, namun tercatat tidak terlalu banyak.

    “Dari data kami, penurunannya [fintech] tidak signifikan, dari 36 transaksi ke 34 transaksi selama tahun 2022. Yang kena paling banyak logistik atau logistech. Itu juga bersama edutech menurun drastis,” jelasnya, dalam program Profit CNBC Indonesia, Jumat (20/1/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebaliknya yang terjadi pada agritech. Rama mencatat ada peningkatan pendanaan di sektor tersebut pada tahun 2022 lalu.

    Rama juga mengatakan banyak startup yang gulung tikar belakangan ini. Bukan hanya itu ada pula yang mengganti model bisnis dari sebelumnya.

    Menurutnya langkah tersebut diambil untuk perusahaan bisa mengantongi keuntungan secepatnya. Para pendiri startup juga menyadari kesulitan mendapatkan pendanaan dalam dua tahun ke depan.

    “Pasti banyak sekali startup yang gulung tikar. Banyak juga pivot, mengganti business modal less agresif, mudah mencapai profit dengan secepatnya. Banyak founder yang sudah melihat bahwa akan sulit raise capital dalam 2 tahun ke depan,” kata Rama.

    Ke depannya, Rama menjelaskan startup akan menurunkan valuasi. Pendanaan pun tidak lagi mencari dengan jumlah fantastis, namun cukup untuk bertahan hingga ekosistem yang lebih kondusif.

    “Fundraising enggak perlu jutaan dolar hanya beberapa miliar rupiah untuk profitability, at least sampai dapet ekosistem yang lebih kondusif untuk raising,” ungkap Rama.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Wamen BUMN Ungkap Tantangan Startup Zaman Now


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.