Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»‘Kiamat’ Chip Akhirnya Berakhir, Ini Buktinya
    Insight News

    ‘Kiamat’ Chip Akhirnya Berakhir, Ini Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juli 2022Updated:14 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Krisis chip yang menghantui dunia dalam dua tahun terakhir sepertinya mulai berakhir. Kali ini, justru fenomena oversupply produk semikonduktor itu mulai dilaporkan terjadi.

    Perusahaan riset pasar Gartner Inc menyebutkan bahwa oversupply chip global ini terjadi lantaran pelemahan permintaan konsumen untuk pasar elektronik. Perusahaan itu menyatakan pelemahan ini merupakan dampak dari tekanan inflasi yang terjadi di banyak negara dunia.

    “Kekurangan chip global yang telah berlangsung selama sekitar dua tahun melihat pergeseran tiba-tiba menjadi kelebihan pasokan semikonduktor untuk smartphone dan komputer pribadi, karena permintaan konsumen untuk elektronik tertentu telah lebih lemah dari yang diharapkan akhir-akhir ini,” kata para analis itu dikutip China Daily, Kamis, (14/7/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hasil riset ini sendiri juga diamini oleh beberapa pabrikan chip global. Perusahaan chip asal Amerika Serikat (AS) Micron Technology Inc mengatakan pada akhir Juni bahwa mereka akan mengurangi produksi.

    “Hal yang sama juga terjadi di pasar smartphone global. Meskipun data terbaru untuk kuartal kedua belum dirilis, data kuartal pertama menunjukkan bahwa pengiriman smartphone global turun 11% tahun-ke-tahun menjadi 311,2 juta unit,” menurut peneliti pasar dari perusahaan riset Canalys.

    Meski permintaan chip dalam industri elektronik menurun, permintaan di sektor otomotif disebutkan masih cukup kuat. Fenomena ini diakibatkan oleh banyaknya mobil yang mulai tersambung oleh fitur-fitur dan juga internet.

    “Seiring mobil semakin dialiri listrik, lebih pintar, dan terhubung ke internet, jumlah elektronik per mobil tumbuh pesat, yang memacu permintaan chip mobil,” jelas CEO NXP Semiconductors, Kurt Sievers.

    “China akan melihat pertumbuhan yang kuat dalam aspek ini dalam beberapa tahun ke depan,” tambahnya menjelaskan potensi pasar otomotif yang kuat di Negeri Tirai Bambu.

    [Dexpert.co.id]

    (hoi/hoi)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.