Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ketakutan Bos ChatGPT Pemilu Kacau Balau Dirusak AI
    Insight News

    Ketakutan Bos ChatGPT Pemilu Kacau Balau Dirusak AI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Juli 2023Updated:18 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan jadi ancaman serius bagi penyelenggaraan pemilu. Bahkan menurut bos pembuat ChatGPT, OpenAI, Sam Altman, teknologi tersebut bisa merusak integritas pesta demokrasi.

    “Saya cemas,” katanya merespons pertanyaan soal pemilu dan AI, di depan Senat AS beberapa waktu lalu, dikutip dari Reuters.

    Selain itu, dia juga mendorong AI untuk diatur oleh regulator. Dengan adanya aturan maka bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat selama pemilu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Beberapa negara akan menyelenggarakan pemilu tahun depan. Mulai dari Indonesia hingga Amerika Serikat (AS).

    Jauh sebelum pemilu diselenggarakan, hoaks memanfaatkan AI mulai menyebar di AS. Bahkan bisa viral di media sosial. Gambar buatan AI yang sangat realistis membuatnya sulit dibedakan dengan foto biasa.




    Sam Altman CEO ChatGPT (Getty Images/Win McNamee)

    Salah satunya sempat diungkapkan oleh Senator Amerika Serikat (AS) Mazie Hirono. Dia mencontohkan adanya foto Donald Trump yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.

    “Soal pemilu, misalnya, saya sempat melihat foto mantan Presiden Donald Trump diborgol oleh polisi New York dan itu viral di media sosial,” jelas Hirono.

    Altman punya pandangan sendiri soal foto yang menggunakan AI. Menurut pria 38 tahun itu tiap kreator harus mengungkapkan gambar yang dibuat bukanlah gambar asli.

    Sebelumnya, Altman juga mengatakan pemerintah AS perlu menerbitkan izin dan kewajiban uji coba bagi pihak yang ingin mengembangkan AI.

    Model AI yang dihasilkan dengan tujuan persuasi dan memanipulasi manusia harus memiliki izin. Sebagai pembuat, mereka juga bisa menolak data dan hasil karyanya digunakan melatih teknologi AI.

    Sementara itu, di sisi lain, Altman mengatakan data yang ada di internet dapat digunakan oleh siapapun.


    Artikel Selanjutnya


    Peringatan Buat Pemilu RI 2024, Bos ChatGPT Mengaku Takut


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.