Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kenali Modus & Ciri-Ciri Penipuan ATM & NFC di HP, Kuras Rekening
    Insight News

    Kenali Modus & Ciri-Ciri Penipuan ATM & NFC di HP, Kuras Rekening

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 September 2024Updated:7 September 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Teknologi yang semakin canggih bak pedang bermata dua. Di satu sisi, masyarakat menjadi semakin mudah dalam beraktivitas secara digital, di sisi lain ada bahaya penipuan lewat teknologi yang mengintai.

    Seperti penipuan di industri perbankan yang kerap terjadi melalui berbagai modus. Salah satunya adalah skimming, di mana data dan rekening dalam kartu ATM dicuri dengan cara menduplikasi kartu yang telah di-scan melalui slot tempat memasukkan kartu ATM.

    Dalam menjalankan kejahatan ini, alat khusus bernama scammer dipasang oleh pelaku. Alat tersebut menyerupai mulut slot kartu ATM. Ketika kartu dimasukkan ke dalam scammer, informasi dari kartu tersebut akan otomatis direkam oleh alat ini.

    Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mencegah modus penipuan ini.

    Berikut adalah cara mengenali tanda-tanda jebakan penipuan yang dipasang pada mesin ATM, menurut pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto.

    Cek Mesin ATM

    Teguh mengimbau untuk masyarakat dapat mengecek terlebih dahulu mesin ATM sebelum melakukan transaksi. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertanda mesin ATM sudah dipasangi alat penipuan atau skimming.

    Ciri pertama, sebuah alat biasanya terpasang di bagian mulut tempat memasukkan kartu ATM. Pada bagian atas penutup tombol ATM, diletakkan kamera untuk menangkap pin ATM nasabah.

    Biasakan setiap mau transaksi di ATM manapun untuk meraba bagian atas langit-langit penutup tombol sebelum memasukkan PIN ATM. Selain itu, mesin ATM yang jadi sasaran pelaku kejahatan biasanya berada di tempat sepi.

    Salah satunya yang ditempatkan pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

    Untuk itu, Teguh menyarankan untuk menggunakan transaksi tanpa kartu atau cardless. Masyarakat diminta memisahkan rekening utama serta rekening yang dipakai untuk transaksi.

    Modus Penipuan NFC

    Tidak hanya melalui ATM, Near Field Communication atau NFC menjadi sarana baru yang digunakan penjahat siber untuk melakukan modus penipuan. Temuan firma keamanan siber Eset menyatakan, para pelaku menggunakan malware yang disebut sebagai NGate.

    Malware tersebut dirancang untuk mencuri data pembayaran nirkontak dari kartu kredit dan debit fisik korban.

    Awalnya, calon korban akan mendapatkan teks dengan isi yang mendesak untuk memasang aplikasi tertentu di HP-nya. Namun ternyata aplikasi seluler yang diinstal adalah malware NGate.

    Pesan tersebut berisi masalah terkait pengembalian pajak mereka. Saat masuk ke web yang dituju, data korban dikumpulkan.

    Dengan cara ini, akses rekening bank korban akan dikantongi pelaku. Kemudian, mereka akan menelepon korban menyamar sebagai karyawan bank.

    Pelaku akan memberitahu korban pesan yang dikirim sebelumnya. Korban diminta untuk mengubah nomor PIN dan memverifikasi kartu untuk melindungi diri.

    Langkah berikutnya, korban diminta untuk mengaktifkan kartu pada pemindaian NFC yang ada di ponselnya.

    Dikutip dari Phone Arena, data NFC dari kartu korban kemudian akan dikirimkan ke ponsel pelaku. Mereka akan meniru kartu tersebut dan melakukan transaksi penarikan uang dari ATM.

    Modus ini memberikan peluang bagi pelaku untuk mencuri dana tanpa memerlukan akses fisik ke kartu korban.

    Kejahatan ini sudah menyerang tiga bank di Ceko. Terdapat enam aplikasi NGate yang ditemukan di luar Play Store.

    Phone Arena juga memberikan tips agar masyarakat tidak menjadi korban. Yakni dengan tidak mengirimkan informasi pribadi apapun pada pihak lain, termasuk PIN, secara online.

    Selain itu hubungi perusahaan yang meminta akses pada pesan yang kita terima sebagai bentuk verifikasi. Anda juga bisa mendapatkan nomor resmi langsung dari layanan resmi seperti Google, bukan yang tercantum dalam pesan.

    (dce)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Operator Internet Sebar Malware ke Pelanggan




    Next Article



    Sederet Penipuan Gaya Baru Jelang Lebaran, Korbannya Banyak!



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.