Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kenali Gejala Omicron Bagi Orang yang Sudah Divaksin Booster
    Insight News

    Kenali Gejala Omicron Bagi Orang yang Sudah Divaksin Booster

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Februari 2022Updated:6 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Orang yang sudah divaksinasi dan mendapatkan dosis booster masih ada kemungkinan terkena Covid-19. Tidak terkecuali terinfeksi varian baru, Omicron.

    Berikut beberapa gejalanya, dirangkum dari laman Best Life, Selasa (1/2/2022):

    Gejala Pilek

    Menurut Maya Clark-Cutaia, profesor di New York University Meyers College of Nursing, orang yang sudah divaksin dan terinfeksi Omicron cenderung mengeluhkan sakit kepala, nyeri tubuh dan demam.

    “(Gejalanya) eperti pilek yang parah,” ungkapnya.

    Sementara sesak napas, batuk dan gejala mirip flu terjadi pada mereka yang terinfeksi namun belum divaksinasi.

    Direktur Kesehatan Global Pengobatan Darurat di New York-Presbyterian dan Pusat Medis Universitas Columbia Craig Spencer mengatakan orang yang menerima booster mungkin merasakan gejala sakit tenggorokan. Sementara mereka yang sudah divaksin dua dosis punya gejala kelelahan dan batuk, namun tidak ada sesak napas.

    Tidak Demam dan Kehilangan Bau serta Rasa

    Gejala kehilangan indera perasa dan bau kurang umum untuk Covid-19 Omicron. Selain itu juga mungkin kehilangan satu gejala lagi yakni demam.

    Judith O’Donnel selaku Kepala Bagian Penyakit Menular di Penn Presbyterian Medical Center mengatakan, tidak banyak yang mengalami demam bagi orang yang terinfeksi sudah divaksin dan menerima booster. Kemungkinan gejala yang timbul adalah pilek.

    “Orang yang divaksinasi punya gejala pilek, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, namun tidak demam. Jika Anda divaksinasi dan dibooster dan itu adalah gejala yang dialami, mungkin terkena Covid-19,” jelasnya.

    Tingkat Keparahan yang Berbeda

    Spesialis Penyakit Menular di University of California Peter Ching-Hong mengatakan orang yang divaksinasi dan mendapatkan booster nampaknya punya gejala yang tidak terlalu parah. Selain itu juga waktu sakitnya berlangsung lebih singkat.

    Dia mengatakan orang yang tidak divaksinasi akan bergejala selama lima hari atau lebih. Namun mereka yang menerima vaksin lengkap hanya punya gejala 1-2 hari.

    Orang Tidak Divaksin Dirawat di Rumah Sakit

    Mereka yang tidak divaksin berisiko untuk mendapat perawatan di rumah sakit. Meskipun tim ilmuwan di Case Western Reserve University menemukan risiko pada Omicron di AS setengah dari Delta, tapi masih memungkinkan terutama pada orang yang tidak divaksinasi.

    Sementara menurut Daniel Griffin selaku spesialis penyakit menular di ProHealth New York, orang yang tidak divaksin mendapatkan penyakit lebih sistematik seperti pneumonia dengan Omicron.

    “Faktanya saya belum merawat orang yang mendapat booster di rumah sakit saat ini dengan Covid, menunjukkan mereka adalah pasien rawat jalan dan sembuh di rumah,” kata Griffin.

    [Dexpert.co.id]

    (hsy/hsy)



    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.