Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kena Semprot Gegara Hamas-Israel, FB Blokir 795.000 Konten
    Insight News

    Kena Semprot Gegara Hamas-Israel, FB Blokir 795.000 Konten

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Oktober 2023Updated:15 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp) memblokir atau memberikan label khusus ke 795.000 konten berbahasa Ibrani dan Arab yang mengandung unsur menyesatkan dan tak akurat.

    Hal ini dilakukan menyusul peringatan dari Komisioner Eropa untuk pasar internal Thierry Breton ke para raksasa teknologi. Breton memberikan waktu 1 x 24 jam bagi penyedia platform media sosial untuk menyapu bersih semua konten ilegal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ia mengatakan peringatan itu sesuai dengan aturan Digital Services Act (DSA) yang berlaku di wilayah Eropa. Aturan DSA mewajibkan platform dengan pengguna aktif bulanan melebihi 45 juta untuk memantau dan menghapus konten ilegal.

    Jika melanggar, penyedia platform bisa didenda sebesar 6% dari total pendapatan di wilayah Eropa.

    Dikutip dari Reuters, Sabtu (14/10/2023), Breton mengatakan pihaknya mengindikasikan banyak konten tak benar di media sosial yang membuat situasi Hamas-Israel makin panas, sejak konflik pecah pada pekan lalu.

    Dalam keterangan resminya, Meta mengatakan telah memperluas kebijakan soal konten kekerasan di platformnya. Meta mengklai telah menghapus konten yang memperlihatkan penyanderaan warga Israel oleh Hamas.

    Konten dengan gambar korban yang dikaburkan masih diizinkan. Meta menegaskan pihaknya memprioritaskan keamanan dan privasi para korban yang diculik.

    Meta mengatakan pihaknya sadar soal ancaman Hamas yang menyebar footage dari korban penculikan. Timnya akan berupaya untuk memantai dan mencegah konten-konten semacam itu disalin dan disebarkan ulang.

    Bukan cuma ke Meta, Breton juga melayangkan surat ke petinggi platform media sosial lainnya. Antara lain Elon Musk (X/Twitter) dan Shou Zi Chew (TikTok).

    Untuk X, Komisi Eropa telah membuka investigasi lebih lanjut ke platform tersebut. Bos X mengatakan pihaknya akan patuh pada aturan yang berlaku di Eropa. Namun, belum ada keterangan resmi dari perusahaan maupun komentar dari Elon Musk.



    Artikel Selanjutnya


    Medsos China Banjir Kecaman ke Israel Gegara Sebuah Cuitan

    (fab/fab)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.