Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kehebohan ChatGPT Mulai Luntur, Ini Buktinya
    Insight News

    Kehebohan ChatGPT Mulai Luntur, Ini Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Juli 2023Updated:6 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Popularitas ChatGPT agaknya tak bertahan lama. Layanan tersebut sempat bikin geger industri teknologi lantaran berhasil mengumpulkan 100 juta pengguna aktif hanya dalam 3 bulan pasca dirilis pada November lalu.

    Sejak saat itu, raksasa teknologi lain pun membuat layanan serupa. Namun, menurut data dari firma analitik Similarweb, trafik bulanan ChatGPT kini anjlok.

    Pada Juni 2023, trafik penggunaan ChatGPT turun 9,7% dibandingkan bulan Mei. Pengguna baru (unique visitor) pada website pun merosot 5,7%, dikutip dari Reuters, Kamis (6/7/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, durasi yang dihabiskan pengguna pada layanan ChatGPT juga ikut anjlok 8,5%. Menurut Senior Insights Similarweb David Car, penurunan ini menandakan antusiasme warganet terhadap ChatGPT mulai luntur.

    OpenAI sebagai perusahaan di balik ChatGPT enggan berkomentar soal penurunan performa layanannya.

    Sebagai catatan, ChatGPT merupakan layanan paling cepat bertumbuh sepanjang sejarah internet. Saat ini, pengunjung bulanannya berada di angka lebih dari 1,5 miliar. ChatGPT juga masuk dalam jejeran ‘Top 20’ website terpopuler di dunia.

    Penurunan ChatGPT juga bisa jadi karena banyaknya layanan serupa, sehingga warganet memiliki opsi yang lebih beragam. Misalnya saja ada Microsoft Bing dan Google Bard.

    “Menurut saya, tumbuh dengan cepat dari 0 ke 100 juta pengguna memiliki dampak yang besar. Tantangannya, ChatGPT harus terus mengembangkan layanannya sembari menghadapi implikasi regulasi di mana-mana,” kata Kepala Peneliti Macquarie, Sarah Hindlian-Bowler.

    Pada Mei lalu, ChatGPT juga merilis aplikasi untuk iPhone. Menurut data.ai, aplikasi itu sudah diunduh sebanyak 17 juta kali secara global per 4 Juli 2023. Tahun ini, OpenAI menargetkan pendapatan sebesar US$ 200 juta.



    Artikel Selanjutnya


    Kiamat Dokter Makin Nyata Gegara ChatGPT, Cek Bukti Terbaru!

    (fab/fab)


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.