Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kebobrokan Google Dibongkar Mantan Bos Besar, Tak Disangka
    Insight News

    Kebobrokan Google Dibongkar Mantan Bos Besar, Tak Disangka

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 September 2024Updated:14 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus antimonopoli Google masuk babak baru. Mantan bos Google menjadi saksi dan membenarkan praktik memonopoli jaringan iklan yang dilancarkan raksasa Mountain View tersebut.

    Dalam sebuah bukti di pengadilan, mantan presiden periklanan bergambar di Google, David Rosenblatt menyebutkan tujuan perusahaan untuk ‘menghancurkan’ pesaingnya. Ini dia sebutkan sebagai strategi perusahaan akhir tahun 2008 hingga awal 2009.

    “Kami bisa menghancurkan pesaing lain dan itu tujuan kami,” kata Rosenblatt berdasarkan catatan pengadilan dikutip dari Reuters, Jumat (13/9/2024).

    Rosenblatt bergabung dengan Google tahun 2008 dan keluar setahun kemudian. Saat itu, perusahaan mengakuisisi perusahaan teknologi iklan DoubleClick.

    Dalam laporan tersebut, Rosenblatt membahas soal keuntungan teknologi di kedua sisi dan tengah pasar. Bahkan menyamakan Google dengan bursa efek London dan NYSE.

    “Google menciptakan sesuatu yang sebanding dengan NYSE atau Bursa Efek London. Artinya kami akan melakukan untuk menampilkan apa yang Google lakukan pada Search,” jelasnya.

    Dia juga mengatakan, perusahaan harus memiliki server iklan penerbit. Jadi membuat jaringan iklan memiliki tampilan pertama pada tempat yang disediakan.

    Mantan eksekutif DoubleClick Brad Bender ikut bersaksi di persidangan. Menurutnya catatan tersebut jadi ‘bacaan berharga’ saat itu.

    Rosenblatt tidak segera menanggapi permintaan komentar. Sekarang dia diketahui sebagai CEO 1stDibs, sebuah platform penjualan barang mewah.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Salah Gunakan Posisi, Google Didenda Hingga Rp 40 Triliun




    Next Article



    Google Makin Ditinggal, CEO Mengaku Banyak yang Pindah ke Penggantinya



    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.