Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kata Menkes Soal Bantuan Medis Zhang Zhi Jie yang Dinilai Lambat
    Inspiring You

    Kata Menkes Soal Bantuan Medis Zhang Zhi Jie yang Dinilai Lambat

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Juli 2024Updated:5 Juli 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) buka suara soal tim medis yang memerlukan waktu satu menit lebih untuk pertolongan pertama atlet bulu tangkis asal China, Zhang Zhi Jie.

    Menteri Kesehatan (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tim medis hanya melakukan prosedu sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang ditetapkan penyelenggara acara.

    “Memang tim medisnya itu ngikutin aturan dari penyelenggaranya, ya. Dan saya terus terang enggak tahu aturan penyelenggara badminton itu seperti apa, kapan tenaga medis bisa masuk [ke lapangan],” jelas Budi usai rapat kerja (raker) dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (3/7/2024).

    Namun, Budi yakin bahwa tim medis yang terlibat dalam ajang Asia Junior Championships (AJC) 2024 di Yogyakarta itu sudah melakukan langkah pertolongan pertama gangguan jantung mendadak yang tepat, meskipun tidak memberikan hasil yang diharapkan.

    Sebelumnya, menteri yang kerap disapa BGS itu sempat menyinggung kasus meninggalnya Zhang Zhi Jie dalam raker bersama Komisi IX DPR RI. Pada awalnya, BGS memaparkan target Kemenkes RI, yakni layanan kateterisasi jantung dapat dilakukan di 514 kabupaten/kota di Tanah Air. Sebab, layanan kateterisasi jantung krusial bagi orang yang terkena serangan jantung.

    Pasien serangan jantung bisa diselamatkan

    Budi mengatakan, pasien serangan jantung dapat diselamatkan jika ditangani dengan cepat.

    “Layanan ini kalau orang kena serangan jantung, seperti yang main badminton kayak kemarin, itu kalau bisa di-tackle dengan cepat, di bawah 4,5 jam, dia survive,” kata Budi.

    “Masalahnya enggak ada yang memikirkan dulu 4,5 jam ditaruhnya di mana. Jadi saya tanya ‘wah kalau gitu harus di kabupaten/kota’. ‘Kenapa mikirnya gitu pak?’ Gak mungkin orang kena serangan jantung di Sukabumi mesti dibawa ke Bandung, di Sukabumi dibawa ke Jakarta, kan meninggal dia karena itu lebih dari 4,5 jam pasti. Jadi dia mesti dirawat di kabupaten/kota,” lanjutnya.

    Sebagai informasi, Kepala Bidang Humas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Broto Happy menyebutkan bahwa kesimpulan medis menunjukan bahwa Zhang Zhi Jie mengalami henti jantung mendadak.

    “Kesimpulan pemeriksaan dan penanganan korban, baik di RSPAU Dr. S. Hardjolukito maupun RSUP Dr. Sardjito menunjukkan hasil yang sama, yaitu korban mengalami henti jantung mendadak,” kata Broto, dikutip dari detikjogja.

    Broto membeberkan bahwa tim medis tidak dapat masuk ke dalam lapangan sebelum diizinkan oleh referee (wasit turnamen) meskipun atlet menunjukkan tanda-tanda gawat darurat. Ia mengatakan, hal ini mengacu pada SOP dari Asosiasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Maka dari itu, PBSI bakal memberikan surat kepada BWF untuk mengkaji ulang SOP tersebut.

    “Kami akan membawa kasus ini ke BWF demi kebaikan dan keselamatan atlet di masa depan,” kata Kabid Humas PBSI, Broto Happy saat sesi jumpa pers di GOR Among Rogo Jogja.

    “Aturan tertulis dari SOP dan guidelines tentang tim medis yang tidak bisa serta masuk ke lapangan sebelum ada call dari referee harus kita kaji ulang,” sambungnya.

    Sebelumnya, Zhang Zhi Jie meninggal dunia saat menghadapi Jepang dalam fase grup Asia Junior Championships (AJC) 2024 di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Minggu (30/6/2024).

    Zhang Zhi Jie yang saat itu tengah menghadapi Kazuma Kawamo sempat jatuh, tengkurap, dan kejang-kejang di lapangan. Peristiwa itu terjadi ketika Zhang Zhi Jie akan menerima servis dari Kawano dan papan skor mencatatkan angka 11-11.

    Menurut PBSI, tim medis memerlukan waktu sekitar 1 menit 20 detik untuk memberikan pertolongan pertama dari waktu Zhang Zhi Jie pingsan. Pertolongan baru dapat dilakukan setelah tim medis mendapatkan persetujuan dari wasit turnamen untuk memasuki lapangan.

    Atlet kelahiran 30 Januari 2007 itu dinyatakan meninggal dunia pukul 23.20 WIB, Minggu (30/6/2024) setelah sempat menimbulkan tanda kematian sekunder dan dipindahkan ke RSUP Dr. Sardjito dalam kondisi tak bernapas.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Daya Beli Lesu, Bisnis Skincare Ikut Meredup?




    Next Article



    Menkes: Calon Dokter Spesialis Dijamin Dapat Gaji & Sekolah Gratis



    (hsy/hsy)

    Techno update True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.