Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kasus Omicron RI Tembus 57 Ribu Sehari, Ini Alasannya
    Insight News

    Kasus Omicron RI Tembus 57 Ribu Sehari, Ini Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2022Updated:16 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus Covid-19 di Indonesia telah melampaui puncak kasus saat Delta. Pada 15 Februari 2022 mencapai 57.049 kasus, sementara pada Delta sebanyak 56 ribu kasus.

    Selama tiga hari lalu terdapat penurunan kasus. Yakni sempat di angka 55 ribu kasus, turun 44 ribu dan sempat menjadi 35 ribu. Akhirnya pada Selasa naik hingga menyentuh 57 ribu kasus.

    Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia menjelaskan kenaikan kasus akibat data baru dimasukkan pada hari Selasa lalu. Jumlah tersebut merupakan total hari Sabtu dan Minggu yang belum diupload oleh pihak laboratorium setelah masyarakat melakukan tes Covid-19.

    “Kami sampaikan betul sekali data baru dimasukkan Selasa kemarin ada akumulasi Sabtu Minggu belum diupload karena satu dan lainnya. Laboratorium tidak langsung mengupload data tersebut,” kata kata Siti Nadia dalam konferensi pers online, Rabu (16/2/2022).

    “Ini bisa juga melihat dari layanan telemedisin, yang mungkin beberapa kasus belum mendapatkan atau belum terdaftar layanan telemedisin”.

    Dia tidak menyatakan ada kekacauan data akibat perbedaan cukup signifikan dari hari-hari sebelumnya. Namun karena memang adanya keterlambatan data hari Sabtu dan Minggu lalu.

    Peningkatan kasus Covid-19 nasional dan juga terjadi di wilayah Jawa-Bali. Bahkan beberapa provinsi mengalami kenaikan kasus melebihi dari puncak Delta.

    DKI Jakarta mencapai 14 ribu kasus saat Delta, sementara omicron kasus konfirmasi mencapai 15.825 kasus. Di Bali, saat Delta kasusnya mencapai puncak 1.900 kasus dan omicron adalah 2.500 kasus.

    Sementara itu untuk nasional, kenaikan kasus tersebut tidak diikuti dengan kasus kematian. Saat Delta adalah 2.500 kasus dan pada omicron 134 orang.

    “Angka positivity rate sebesar 16,68% bandingkan delta angka positivity 50%,” ungkapnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.