Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Karyawan Facebook Curhat Stres, Rela Pindah Digaji Rendah
    Insight News

    Karyawan Facebook Curhat Stres, Rela Pindah Digaji Rendah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Mei 2023Updated:30 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Istilah burn out atau lelah mental dan fisik sering kita dengar dari beberapa pekerja. Kondisi tersebut nampaknya juga menyerang sejumlah karyawan induk perusahaan Facebook, Meta.

    Laporan Insider menyebutkan seorang pekerja Meta mengunggah postingan di situs pekerjaan anonim Blind. Dia mengaku kelelahan dan butuh pekerjaan dengan tekanan rendah.

    “Saya pikir saya kelelahan. Saya tidak punya motivasi lagi,” kata pekerja itu, dikutip dari Insider, Selasa (30/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia melanjutnya, “Saya merasa butuh pekerjaan dengan tekanan rendah, saya tidak harus selalu khawatir apakah yang saya lakukan cukup menghindari PIP (performace-improvement plan)”.

    Rencana peningkatan pekerja itu hadir saat tinjauan kinerja karyawan terlihat tidak bagus. Ini dianggap sebagai awal dari pemecatan pekerja.

    Pekerja itu menyebutkan dirinya tidak keberatan untuk bekerja 50 jam per minggu. Selain terkait PIP, motivasi bekerjanya hilang setelah memiliki anak.

    Kecemasan yang sama juga dialami beberapa pengguna Blind. Bahkan mereka mau mendapatkan gaji yang lebih rendah asalkan bisa bekerja yang tidak membuatnya terlalu stres. Misalnya dengan mempertimbangkan pekerjaan di pemerintahan, otomotif atau manajemen proyek.

    Ada juga yang berusaha melihat masalah ini dengan lebih realistis. “Tidak ada pekerjaan teknologi dengan gaji tinggi dan stres rendah,” ungkap pekerja Amazon.

    Menurut beberapa pekerja di bidang teknologi lain, untuk menghindari pekerjaan dengan tekanan tinggi adalah dengan meninggalkan sepenuhnya industri ini.

    Stresnya bekerja di Meta juga pernah disinggung oleh seorang mantan pegawainya. Dia yang kini bekerja untuk Snap menjelaskan dirinya lebih baik setelah meninggalkan budaya Meta.

    Mantan pegawai itu menjelaskan dirinya sempat putus asa. Setelah tidak bekerja lagi di sana, dia bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk keluarganya.




    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.