Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Karyawan Ecommerce Raksasa Ngamuk Disuruh WFO, CEO Dihujat
    Insight News

    Karyawan Ecommerce Raksasa Ngamuk Disuruh WFO, CEO Dihujat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Februari 2023Updated:22 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pegawai perusahaan ecommerce raksasa, Amazon, menghujat bos mereka. Website perusahaan dipenuhi oleh karyawan yang mengeluhkan perintah CEO Andy Jassy untuk kembali ke kantor.

    Sekelompok pegawai teknologi di Amazon membuat kanal percakapan di Slack untuk menyusun petisi agar perusahaan menunda perintah kembali ke kantor.

    Menurut CNBC International, kini sudah sekitar 16.000 orang memenuhi kanal tersebut dan 5.000 orang di antaranya telah ikut menandatangani peteisi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sikap tidak puas juga diungkapkan pegawai Amazon ke platform berita internal yang dinamakan Inside Amazon. Komentar soal pengumuman Jessy terus bertambah.

    “Dengan mewajibkan kembali ke kantor tanpa menyediakan data pendukung, meskipun data menunjukkan ini adalah keputusan yang merugikan pegawai, Amazon gagal menjalani perannya sebagai pemberi kerja terbaik di Bumi,” kata salah satu pesan.

    Pegawai Amazon menghujani kolom komentar setelah fitur “like” di memo internal Jassy dimatikan. Mereka berani berkomentar pedas meski kolom komentar tersebut menyertakan identitas dan posisi mereka di Amazon.

    Pengumuman Jassy, menurut para pegawai, membuat mereka kaget. Banyak yang mengaku frustasi karena tiba-tiba harus mencari pengasuh anak, perawat untuk orang tua yang memasuki usia manula, bahkan harus pindah rumah.

    Seorang pekerja bercerita, ia menyewa mobil dengan batas jarak tempuh 16.000 mil. Setelah WFO, batas tersebut pasti lewat.

    Pekerja Amazon banyak yang pindah ke luar kota besar setelah Amazon menerapkan kerja fleksibel untuk mencari hunian harga terjangkau.

    Seorang pegawai bahkan mengundah Jassy ke kanal Slack “perjuangan”. Namun, pegawai lainnya merespons agar ia berhati-hati karena undangannya bisa berujung kepada penutupan kanal Slack tersebut oleh perusahaan.

    Keputusan Amazon mewajibkan WFO berubah 180 derajat dari posisi mereka sebelumnya. Amazon sebelumnya menyerahkan keputusan lokasi kerja ke manajer setiap tip. Sang CEO, Jassy, juga berkali-kali mengungkapkan dukungannya kepada kerja jarak jauh.

    Pekan lalu, Jassy mengakui bahwa perubahan kebijakan menjadi WFO akan penuh tantangan.

    “Saya tahu awalnya tidak akan sempurna, tetapi pengalaman bekerja di kantor akan makin baik dalam beberapa bulan ke depan sejalan dengan upaya tim real estat dan fasilitas mengatasi beberapa kendala,” kata Jassy dalam pengumuman yang memerintahkan pegawai kembali ke kantor.

    Selain Amazon, beberapa perusahaan teknologi telah meminta agar pegawai mereka kembali bekerja di kantor seiring pandemi yang mereda. Google dan Apple telah memerintahkan sebagian dari pegawai mereka bekerja di kantor sejak akhir tahun lalu.



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.