Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kampung Penguin Tenggelam, Rumah Manusia Berikutnya
    Insight News

    Kampung Penguin Tenggelam, Rumah Manusia Berikutnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Agustus 2023Updated:25 Agustus 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kematian anak-anak penguin terus terjadi di Antartika. Hingga kini, diperkirakan lebih dari 10.000 anak penguin tewas.

    Es laut yang meleleh membuat anak penguin tenggelam atau mati kedinginan, sebelum mereka dapat mengembangkan bulu penahan air yang diperlukan untuk berenang di laut.

    Peristiwa yang terjadi pada akhir tahun 2022 terjadi di sebelah barat benua di kawasan yang menghadap ke Laut Bellingshausen.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melansir BBC, lebih dari 90% koloni penguin diperkirakan akan punah pada akhir abad ini, seiring dengan mencairnya es laut musiman di benua tersebut akibat pemanasan global yang terus berlanjut.

    “Penguin kaisar bergantung pada es laut untuk siklus perkembangbiakan mereka. Ini adalah tempat stabil yang mereka gunakan untuk membesarkan anak-anak mereka. Namun jika es tersebut tidak seluas yang seharusnya atau pecah lebih cepat, burung-burung ini akan berada dalam masalah,” ujar Dr Peter Fretwell, dari British Antarctic Survey (BAS).

    “Masih ada harapan, kita bisa mengurangi emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global. Namun jika tidak, kita akan membawa burung-burung ikonik dan cantik ini ke ambang kepunahan,” imbuhnya.

    Para ilmuwan melacak lima koloni di sektor Laut Bellingshausen. Masing-masing di Pulau Rothschild, Verdi Inlet, Pulau Smyley, Semenanjung Bryan, dan Pfrogner Point.

    Dengan menggunakan satelit Sentinel-2 Uni Eropa, mereka dapat mengamati aktivitas penguin dari kotoran, atau guano, yang mereka tinggalkan di lautan es putih.

    Burung dewasa pergi ke lautan es sekitar bulan Maret saat musim dingin di Belahan Bumi Selatan mendekat.

    Mereka mulai bersanggama, bertelur, mengerami telur-telur tersebut, dan kemudian memberi makan anak-anaknya selama beberapa bulan berikutnya hingga tiba waktunya bagi anak-anaknya mencari jalan sendiri ke dunia luar.

    Fase ini biasanya terjadi sekitar bulan Desember atau Januari, saat burung-burung baru terbang ke laut.

    Namun, tim peneliti melihat lautan es di bawah tempat penangkaran kaisar terfragmentasi pada bulan November, sebelum ribuan anak pinguin mempunyai waktu untuk mengembangkan bulu licin yang diperlukan untuk berenang.

    Akibatnya, empat koloni mengalami kegagalan pembiakan total. Hanya situs paling utara, di Pulau Rothschild, yang berhasil.

    Es laut musim panas di Antartika telah mengalami penurunan tajam sejak tahun 2016. Dengan total luas perairan beku di sekitar benua tersebut berkurang hingga mencapai rekor terendah baru.

    Dua tahun terendah terjadi dalam dua musim panas terakhir, yakni pada 2021–2023, ketika Bellingshausen hampir seluruhnya tidak memiliki lapisan es.

    Terlebih lagi, lambatnya pembentukan anakan terapung dalam beberapa bulan terakhir, yang berarti koloni tersebut mungkin tidak akan menghasilkan anak penguin setidaknya selama satu tahun lagi.


    Artikel Selanjutnya


    Ada Penampakan Misterius di Antartika, Mahkluk Apakah Itu?

    (fab/fab)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.