Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kalahkan Amerika, China Mendarat di Sisi Gelap Bulan
    Insight News

    Kalahkan Amerika, China Mendarat di Sisi Gelap Bulan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Juni 2024Updated:3 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – China berhasil mengalahkan Amerika Serikat dan India sebagai negara pertama yang mendarat di sisi gelap Bulan. Wahana Chang’e-6 milik China sukses mendarat di kutub selatan Bulan.

    Chang’e-6 meluncur dari Bumi pada 3 Mei 2024. Kemarin (Minggu, 2/5/2024), mulai mengurangi ketinggiannya dari sekitar 200 kilometer di orbit.

    “Pergerakan turun dari orbit memiliki beberapa risiko, jadi kami membutuhkan prosedur yang dikendalikan secara ketat untuk memastikan lintasan,” kata Huang Hu dari lembaga antariksa China seperti dikutip AFP, Senin (3/5/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kecepatan Chang’e-6 ketika mendarat harus dikurangi hingga nol hanya dalam 15 menit. Momentum ini diciptakan memanfaatkan bahan bakar roket dalam jumlah besar, yang beratnya setengah dari massa seluruh pesawat.

    Setelah mendarat, Chang’e-6 akan mulai mengambil tanah dan bebatuan Bulan serta menjalankan beberapa eksperimen lainnya.

    Proses pengumpulan sampel ini akan menghabiskan waktu 2 hari dengan dua metode, yaitu pengeboran sampel di bawah tanah dan “memungut” sampel di permukaan tanah menggunakan tangan robot.

    Tantangan terbesar Chang’e-6 adalah misi untuk kembali dari Bumi dari sisi gelap bulan, yaitu permukaan Bulan yang tidak pernah menghadap Bumi.

    Material yang dikumpulkan dari sisi gelap Bulan diperkirakan bisa memberikan informasi soal pembentukan Bulan dibandingkan dengan sisi sebaliknya yang sudah “dikunjungi” Amerika Serikat dan India. Pasalnya, permukaan Bulan yang menghadap Bumi banyak terkubur sisa lava dari jutaan tahun lalu.

    Namun, pendaratan dan peluncuran kembali dari area tersebut sangat sulit karena tidak bisa menjalin komunikasi langsung menggunakan gelombang radio. Untuk berhubungan dengan Bumi, China membutuhkan satelit tambahan.

    Selain itu, permukaan di sisi jauh Bulan juga jauh lebih bergelombang dengan kawah dan gunung besar sehingga target pendaratan jauh lebih sempit.


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.