Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jutaan Pekerjaan di RI Bakal Lenyap Gegara AI, Jadwalnya Sudah Ada
    Insight News

    Jutaan Pekerjaan di RI Bakal Lenyap Gegara AI, Jadwalnya Sudah Ada

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Mei 2024Updated:6 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pekerja di Tanah Air dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan agar tidak tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI).

    Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan, tren tata kelola AI yang makin intensif menjadi cerminan bahwa potensi AI itu sangat besar .


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut data yang Nezar paparkan, ada sekitar 26,7 juta pekerja di Indonesia terbantu oleh teknologi AI. Indonesia berada di peringkat kedua di Asia Tenggara setelah Singapura dalam hal pendanaan AI pada periode 2022-2023 dengan total investasi sebesar US$ 7,5 miliar.

    Namun di satu sisi, AI membawa sejumlah tantangan. Yang paling terdengar adalah bias algoritma sehingga menyebabkan tindakan diskriminatif, lalu soal penyebaran misinformasi yang dihasilkan oleh AI, hingga ancaman hilangnya sejumlah pekerjaan akibat otomasi AI.

    “AI membawa sejumlah tantangan, yang paling terdengar adalah bias algoritma yang menyebabkan tindakan diskriminatif,” kata Nezar saat ditemui di Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2024).

    Pekerjaan Punah Diganti AI

    Mengenai hal ini, Direktur Ekonomi Digital dan Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyampaikan bahwa ada beberapa juta lapangan pekerjaan yang bisa digantikan oleh AI, seperti customer service hingga penyiar berita. Artinya kita tidak dapat menutup mata bahwa kehadiran AI bisa menggantikan pekerjaan manusia.

    Ia melihat munculnya AI juga memungkinkan tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Untuk itu, Huda menilai, Indonesia harus bisa memanfaatkan AI lebih efisien, jangan sampai Indonesia hanya memanfaatkannya saja, tetapi juga bisa menciptakan dan mendukung perkembangan AI.

    “Jadi saya rasa sih akan ada pekerjaan yang diambil dari AI tapi juga akan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang berguna dengan AI atau teknologi,” kata Nailul ditemui dalam kesempatan yang sama.

    Huda memandang bahwa tren pergeseran pekerja yang diambil alih oleh AI memerlukan waktu 5-10 tahun ke depan.

    “Masih panjang sekali, nggak mungkin 3 tahun atau 2 tahun depan (banyak) pekerjaan yang nggak ada, ya nggak,” ujarnya.

    “Jadi 9 juta pekerja Indonesia itu bakal terganti sama AI, tetapi muncul pekerjaan baru lagi dan bagaimana kita memanfaatkan bisa diisi dengan WNI,” pungkasnya.




    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.