Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jumlah Planet Berubah, Peneliti Ungkap Fakta Baru Tata Surya
    Insight News

    Jumlah Planet Berubah, Peneliti Ungkap Fakta Baru Tata Surya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Juli 2024Updated:9 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejak beberapa tahun lalu, Tata Surya kita hanya memiliki delapan planet. Namun para astronom menyebutkan adanya planet kesembilan menggantikan Pluto, meski lokasinya masih belum diketahui.

    Ahli antariksa, Sara Webb menjelaskan alasan keyakinan kalangan astronomi soal adanya planet kesembilan. Keyakinan itu tetap ada meski belum ada seorangpun yang pernah melihatnya.

    “Alasannya, semua yang kita ketahui tentang Tata Surya tidak masuk akal, jika Planet 9 tidak ada,” kata Webb dikutip dari The Conversation.

    Salah satu bukti Planet 9 adalah adanya medan gravitasi di tata surya. Dia menjelaskan soal orbit elips tempat planet yang lebih jauh dari Pluto bergerak.

    “Saat kami mengamati objek yang lokasinya jauh, seperti planet kerdil yang lebih jauh dari Pluto, orbit mereka tak masuk akal. Mereka bergerak di orbit elips [berbentuk oval] yang sangat luas, bergerombol, dan lebih tegak dari objek lain di Tata Surya,” jelas Webb.

    Para astronom juga meyakini ukuran planet tersebut lebih besar dari Bumi. Yakni mencapai 10 kali lebih besar dari planet yang kita tempati ini.

    Jaraknya cukup jauh dari Matahari, mencapai 20 kali jarak Neptunus dengan pusat tata surya. Waktu mengelilingi Matahari juga sangat lama yakni 10 hingga 20 ribu tahun Bumi.

    Namun untuk melakukan pengamatan, para astronom akan menemukan tantangan yang sangat besar. Sebab permukaan planet ini sangat gelap dan jaraknya yang jauh.

    Meski begitu, Webb yakin tantangan tersebut bisa diatasi. Caranya dengan mengandalkan perkembangan teknologi teleskop yang akan dibangun satu dekade ke depan.

    Dia juga memberikan catatan penting untuk bisa melakukan pengamatan. “Kita hanya punya waktu sangat sebentar pada malam hari, dan kondisinya harus tepat. Secara spesifik, kita harus menunggu waktu pada malam dengan langit tanpa bulan, dan lokasi tempat pengamatan juga harus menghadap titik yang tepat di langit,” katanya.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: ANT Group Paparkan Urgensi “Super App” Bagi Korporasi

    (dem/dem)

    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.