Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jokowi Jadi Korban AI, Kominfo Ungkap Fakta Mengejutkan
    Insight News

    Jokowi Jadi Korban AI, Kominfo Ungkap Fakta Mengejutkan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Oktober 2023Updated:27 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Artificial Intelligence (AI) mulai digunakan untuk informasi hoaks. Salah satunya digunakan pada video yang menampilkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah berpidato menggunakan bahasa Mandarin.

    “Mengingatkan sudah dimulai digunakannya AI dalam menciptakan hoaks,” kata Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, dalam Konferensi Pers Awas Hoaks Pemilu, Jumat (27/10/2023).

    Video terkait Jokowi dituliskan dengan narasi ‘Jokowi berbahasa Mandarin’ dan disebutkan sebagai video yang menyesatkan yang telah diedit. Semuel mengungkap fakta mengejutkan, bahwa video asli yang diedit AI itu ditemukan tahun 2015.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Oknum tak bertanggung jawab lantas mengeditnya sedemikian rupa seolah Jokowi menggunakan bahasa Mandarin.

    Dalam laporan Kementerian Kominfo, video itu sama dengan yang muncul dalam kanal YouTube The U.S.-Indonesia Society (USINDO) pada 13 November 2015 lalu. Video disebut menggunakan teknologi AI deepfake dan dilabeli Kominfo sebagai konten disinformasi.

    Semuel mengingatkan masyarakat berhati-hati dengan penggunaan AI untuk konten negatif. Karena AI jadi lebih sering digunakan dan makin canggih.

    “Masyarakat diharapkan hati-hati, karena penggunaan AI makin canggih dan sudah mulai digunakan untuk editing-editing,” ucapnya.

    Agar terhindar dari sumber informasi bohong, Semuel meminta masyarakat mencari informasi dari sumber terpercaya. Sebab tidak mungkin peristiwa yang penting tidak diliput oleh banyak media.

    “Diharapkan bisa menekan hoaks khususnya penggunaan hoaks. Kalau dilihat sepintas seperti aslinya. Sangat penting dengan kemajuan teknologi para pemain-pemain sudah menggunakan teknologi ini,” kata Semuel.

    Sementara itu, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi mengungkapkan fenomena munculnya hoaks menggunakan AI. Menurutnya teknologi terus bermunculan dan kian canggih.

    “Ya belum canggih [penggunaan AI untuk hoaks pada pemilu 2019], kalau sekarang kan canggih banget,” ucap Semuel.



    Artikel Selanjutnya


    Google Tolak Diatur Pemerintah, Usul Bos ChatGPT Dibantah

    (npb/npb)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.