Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Menggila Lumpuhkan China, Belanda hingga Jepang Diseret
    Insight News

    Joe Biden Menggila Lumpuhkan China, Belanda hingga Jepang Diseret

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Juni 2024Updated:20 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden melakukan berbagai cara untuk menjegal perkembangan teknologi China. Terbaru, pejabat AS bertandang ke Jepang setelah pertemuan dengan pemerintah Belanda.

    Menurut laporan Reuters dari sumber dalam, pertemuan itu untuk mendorong negara-negara sekutu memperketat pembatasan akses ke China dalam memproduksi semikonduktor canggih.

    Kepala Kebijakan Ekspor AS, Alan Estevez, mengunjungi Jepang dan belanda pada pekan ini untuk memperluas kesepakatan antara tiga negara yang diteken pada 2023 lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kerja sama itu bertujuan menghalangi akses alat pembuat chip ke China. Pemblokiran akses ke China didasarkan kekhawatiran negara tersebut akan memperkuat militernya menggunakan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI).

    Sebagai respons, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan pihaknya menentang upaya-upaya AS dalam menekan perkembangan semikonduktor China dengan melibatkan negara lain.

    “Sikap ini [AS] akan menghalangi perkembangan industri semikonduktor global dan nantinya akan menjadi senjata makan tuan,” kata Lin dalam sebuah konferensi pers di Beijing, dikutip dari Reuters, Kamis (20/6/2024).

    Sebagai informasi, AS pertama kali mengeluarkan kebijakan pembatasan chip canggih dan alat pembuat chip ke China pada 2022 lalu. Kala itu, perusahaan seperti Nvidia dan Lam Research dilarang menjual produknya ke China.

    Pada Juli 2023, AS juga meminta perusahaan asal Jepang, Nikon dan Tokyo Electron, untuk menyetop ekspor 23 tipe alat pembuat chip ke China.

    Selanjutnya, pemerintah Belanda mengeluarkan syarat lisensi baru untuk alat DUV dari ASML ke China. Pemerintah Belanda juga mengatakan klien di China akan kesulitan mendapatkan mesin chip terbaik setelah 1 Januari 2024.

    ASML merupakan alat pembuat chip terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.



    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.