Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Blokir TikTok, Warga AS Kasih Respons Tak Terduga
    Insight News

    Joe Biden Blokir TikTok, Warga AS Kasih Respons Tak Terduga

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Mei 2024Updated:2 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok diyakini menjadi alat pemerintah China untuk membentuk opini masyarakat Amerika Serikat (AS). Ini berasal dari survei jajak pendapat warga AS yang menghimpun jawaban sepakat sebanyak 58% 

    Hanya sedikit responden survei yang dilakukan Reuters dan Ipsos yang mengatakan tidak setuju TikTok menjadi alat China. Jumlahnya hanya 13% dan sisanya mengatakan tidak yakin atau tidak menjawab, dikutip Kamis (2/5/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Setengah responden survei Reuters dan Ipsos mendukung TikTok diblokir. Namun, 32% menentang larangan itu dan sisanya menjawab tidak yakin.

    Respons ini cukup mengejutkan. Sebab, beberapa saat lalu ketika aturan yang mengancam pemblokiran TikTok menyeruak, banyak warga AS yang dilaporkan protes. TikTok pun mengatakan pemblokiran aplikasinya akan membungkam kebebasan berekspresi 170 juta pengguna di AS.

    Selain itu, 46% jawaban mengatakan TikTok memang memata-matai kehidupan masyarakat AS. Terkait pemilu, 60% masyarakat menyebut kandidat tidak pantas menggunakan TikTok untuk kampanye.

    Reuters melaporkan TikTok tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.

    Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah AS memang menuding TikTok dapat membahayakan keamanan nasionalnya. Namun aplikasi berbagi video itu juga terus membantahnya.

    TikTok juga pernah mengatakan menggunakan lebih dari US$1,5 miliar untuk keamanan data. Termasuk menegaskan tidak akan membagikan data 170 juta pengguna AS ke pemerintah China.

    Selain itu, TikTok mengatakan tidak mengubah apapun atas permintaan China. “Tidak mempromosikan atau menghapus konten karena permintaan pemerintah China,” kata perusahaan tahun lalu.

    Terbaru, pemerintah Joe Biden mengancam akan memblokir TikTok dari negaranya. Aplikasi itu bisa bebas asalkan Bytedance, induk perusahaannya, melepas TikTok dalam waktu 270 hari.



    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.