Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Blokir China, Bisnis Alibaba Terguncang
    Insight News

    Joe Biden Blokir China, Bisnis Alibaba Terguncang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 November 2023Updated:18 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kebijakan pemerintahan Joe Biden untuk memblokir ekspor chip ke China membuat bisnis Alibaba terguncang.

    Raksasa China tersebut membatalkan rencana untuk memisahkan (spin-off) bisnis cloud-nya, menyusul ketidakpastian industri pasca pemblokiran chip dari Amerika Serikat (AS).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Alibaba tak akan melakukan spin-off penuh atas bisnis Cloud Intelligence Group karena adanya ketidakpastian yang diciptakan oleh larangan ekspor AS dalam mengakses chip komputasi canggih,” kata direktur Alibaba Joseph Tsai, dikutip dari Reuters, Jumat (17/11/2023).

    Pembatalan tersebut diumumkan bersamaan dengan laporan kuartalan perusahaan. Saham Alibaba yang terdaftar di AS terpantau turun 8,5% saat pasar dibuka.

    “Pasar tak suka kejutan seperti ini,” kata direktur pengelolaan investasi Great Hill Capital, Thomas Hayes, di akun X personalnya.

    “Investor sudah berharap menerima saham terpisah dari bisnis cloud, dengan harapan segmen tersebut dapat meraih keuntungan lebih tinggi di pasar publik gara-gara potensi pertumbuhannya yang besar,” ia menjelaskan.

    Pada Maret lalu, para analis memprediksi divisi cloud Alibaba bisa bernilai antara US$ 41-60 miliar. Namun, analis juga mewanti-wanti bahwa pemisahan unit cloud bisa memicu tekanan dari regulator China dan asing karena bisnis data tengah menjadi sorotan.

    Pekan ini, Tencent Holdings juga mengatakan pembatasan chip dari AS berdampak pada layanan cloud-nya. Teknologi chip yang dilarang AS selama ini digunakan para raksasa China untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Pada Maret lalu, Alibaba mengumumkan rencana mengembangkan bisnis cloud secara terpisah sebagai unit yang berdiri sendiri. Hal tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi terbesar sepanjang 24 tahun perusahaan berdiri.

    September lalu, mantan CEO Alibaba Group Daniel Zhang mendadak mengundurkan diri pasca dua bulan mengumbar fokusnya untuk mengelola bisnis komputasi cloud.

    Perusahaan lalu menunjuk Eddie Wu, co-founder Alibaba dan orang kepercayaan Jack Ma, sebagai CEO Alibaba dan bisnis cloud. Zhang juga menunjuk Josep Tsai, co-founder Alibaba, sebagai direktur.

    Selain itu, Alibaba juga menunda rencana IPO untuk unit bisnis bahan makanannya bernama ‘Freshippo’.

    Sebagai kompensasi dari penundaan tersebut, Alibaba mengatakan tengah mempersiapkan penggalangan dana eksternal (external fundraising) dari kalangan pengusahan dan entitas bisnis.


    Artikel Selanjutnya


    Joe Biden Blokir China, Huawei Malah Cuan Besar

    (fab/fab)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.