Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Berhasil, Jaringan Hacker China Lumpuh Total
    Insight News

    Joe Biden Berhasil, Jaringan Hacker China Lumpuh Total

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Januari 2024Updated:31 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Joe Biden meluncurkan operasi khusus untuk melawan peretasan dari China. Sebab, tim hacker China sudah menyerang ribuan perangkat yang terkoneksi internet di AS, menurut dua petugas keamanan digital AS dan satu orang yang familiar dengan kasus tersebut.

    Departemen Kehakiman AS (DOJ) dan Biro Investigasi Federal telah melacak dan mengantongi izin legal untuk memblokir kampanye yang dilancarkan kelompok hacker China, dikutip dari Reuters, Rabu (31/1/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    AS makin gencar membasmi kelompok peretas karena ditakutkan bisa mengganggu jalannya Pemilu AS yang dijadwalkan pada November mendatang. Selain itu, maraknya ransomware yang menyerang perusahaan sepanjang 2023 juga menjadi alasan AS memperkuat sistem keamanannya.

    Grup peretas China yang terdeteksi baru-baru ini adalah Volt Typhon. Kelompok tersebut menjadi incaran pemerintahan Joe Biden karena serangannya menyasar infrastruktur krusial seperti pelabuhan angkatan laut dan penyedia layanan internet.

    Kampanye yang dilancarkan Volt Typhoon sudah terdeteksi sejak Mei 2023. Namun, mereka lantas bergerak cepat untuk mengubah teknik dan modus penyerangan di akhir tahun lalu.

    Penyebaran peretasan yang makin canggih membuat Gedung Putih beberapa kali melangsungkan pertemuan dengan perusahaan teknologi, termasuk penyedia telekomunikasi dan perusahaan cloud.

    Gedung Putih meminta perusahaan teknologi untuk membantu mendeteksi aktivitas peretas China yang makin tak terkontrol.

    Pakar keamanan nasional mengatakan peretasan kelompok China berpotensi mengganggu fasilitas penting di kawasan Indo-Pasifik dari jarak jauh. Imbasnya, operasi militer AS bisa terancam, utamanya dalam upaya melawan invasi China ke Taiwan.

    DOJ, FBI, dan Kedutaan Besar China di Washington menolak berkomentar atas laporan Reuters.




    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.