Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jerman Batalkan Investor China di Semikonduktor, Tiru AS?
    Insight News

    Jerman Batalkan Investor China di Semikonduktor, Tiru AS?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 November 2022Updated:13 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah Jerman membatalkan calon investasi dari China pada dua produsen semikonduktor domestik. Langkah itu diambil karena adanya kekhawatiran atas keamanan nasional dan aliran pengetahuan teknologi sensitif ke Beijing.

    Menurut pemerintah setempat, telah melakukan veto pada pengambilalihan pabrik chip Elmos oleh Silex. Perusahaan tersebut berasal dari Swedia namun merupakan anak usaha dari grup China Sai Microelectronics.

    Sai Microelectronics menyesali keputusan tersebut dan menambahkan akan mempelajari detailnya untuk memutuskan langkah selanjutnya. “Perusahaan akan terus optimis dan mementingkan industri chip otomotif dan bisnis terkait,” ungkap perusahaan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu Jerman juga memblokir investasi di ERS Electronics, ungkap laporan Reuters yang mengutip sumber dari pemerintah. Seorang juru bicara ERS mengatakan tidak ada rencana menjual perusahaan, namun menjajaki opsi mendapatkan investasi dari perusahaan ekuitas swasta China, dikutip Kamis (10/11/2022).

    Menteri Ekonomi Robert Habeck mengatakan pihaknya perlu mencermati pengambilalihan perusahaan. Terlebih jika itu dilakukan pada infrastruktur penting dan adanya risiko bagi teknologi yang mengalir ke negara non-Uni Eropa yang jadi pembeli.

    “Khususnya di sektor semikonduktor, penting untuk kami melindungi kedaulatan teknologi dan ekonomi Jerman dan Eropa. Tentu saja Jerman adalah dan akan tetap jadi lokasi investasi terbuka, namun kami tidak naif,” jelasnya.

    Reuters menuliskan Elmos tak bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Sementara itu juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan pemerintahnya ingin lingkungan yang adil dan terbuka bagi investasi negara itu.

    Pemerintah Kanselir Olaf Scholz tengah mencoba menyeimbangkan akses ke pasar China bagi perusahaan di Eropa. Yakni mengurangi masalah keamanan serta mengurangi ketergantungan atas perdagangan Jerman dengan China.

    Mereka juga telah meninjau kebijakannya pada China, khususnya setelah perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari lalu. Perang tersebut semakin memperlihatkan ketergantungan besar Jerman pada gas Rusia.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ga Mau Kalah dari China, AS Sebar Dolar Subsidi Pabrik Chip

    (npb/roy)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.