Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jepang Mau Kirim Listrik ke Bumi dari Luar Angkasa
    Insight News

    Jepang Mau Kirim Listrik ke Bumi dari Luar Angkasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Jepang ingin mentransfer listrik dari luar angkasa. Energi listrik yang dipanen menggunakan pembangkit tenaga surya di orbit akan dikirim ke Bumi menggunakan gelombang mikro.

    Badan antariksa Jepang (JAXA) telah puluhan tahun berusaha merealisasikan teknologi untuk mengirim energi listrik tenaga surya yang dipanen di luar atmosfer ke Bumi.

    Pada 2015, peneliti JAXA berhasil memancarkan energi berdaya 1,8 kilowatt menggunakan perangkat nirkabel sejauh 50 meter. Namun, daya listrik tersebut hanya cukup untuk memasak air.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Nikkei melaporkan Jepang kini berusaha mengadaptasi teknologi tersebut untuk mewujudkan ambisi yang lebih besar. Sebuah proyek hasil kerja sama antara pemerintah dengan swasta bertekad memancarkan energi listrik tenaga surya dari luar angkasa pada 2025.

    Proyek ini dipimpin oleh Naoki Shinohara, pengajar di Kyoto University. Shinohara telah meneliti teknologi pembangkit listrik tenaga surya di luar angkasa sejak 2009.

    Rencananya, tim yang dipimpin Shinohara meluncurkan beberapa satelit berukuran kecil ke orbit. Satelit yang dilengkapi oleh perangkat penghasil listrik tenaga surya ke stasiun bumi yang jaraknya ratusan kilometer.

    Menurut Engadget, ide memanfaatkan panen surya dan gelombang mikro untuk mengirim energi listrik ke Bumi sudah ada sejak 1968. Sejak saat ini, peneliti di China dan AS telah menghabiskan waktu dan dana untuk merealisasikan ide tersebut.

    Model pembangkitan listrik di luar angkasa sangat potensial karena panel surya yang ditempatkan di orbit bisa memanen energi dari Matahari tanpa putus. Alasannya, panel surya di orbit terus terpapar cahaya Matahari tidak seperti di Bumi yang hanya bisa berfungsi saat siang.

    Gelombang mikro yang dimanfaatkan sebagai medium pengirim energi listrik juga ideal karena bisa menembus awan yang tebal.

    Permasalahannya, teknologi ini masih mahal. Biaya untuk menghasilkan energi listrik setara satu pembangkit listrik nuklir (1 gigawatt) memanfaatkan teknologi ini, diperkirakan menghabiskan biaya US$ 7 miliar.



    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.