Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jepang Lumpuhkan Chip China, Ada Campur Tangan Amerika
    Insight News

    Jepang Lumpuhkan Chip China, Ada Campur Tangan Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Juli 2023Updated:31 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pabrik chip di China terancam lumpuh karena dihajar oleh Jepang.

    Dikabarkan bahwa Jepang melakukan pembatasan ekspor untuk alat pembuat chip ke China. Ada 23 alat yang tak bisa dikirim ke Negeri Tirai Bambu.

    Pembatasan ini disinyalir gara-gara desakan Amerika Serikat (AS) yang tengah bersitegang dengan China. Pemerintahan AS ingin memastikan China tak mendominasi pengembangan chip di masa depan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, posisi Jepang seakan terimpit. Beberapa pihak di dalam pemerintahan mengungkapkan kekhawatiran mereka jika Xi Jinping merespons pembatasan ekspor.

    “Kami merasa tak nyaman dengan cara AS melakukan ini [meminta Jepang melarang ekspor ke China],” kata orang dalam pemerintahan di Kementerian Perindustrian Jepang yang enggan disebutkan identitasnya, dikutip dari Reuters, Senin (31/7/2023).

    “Tak perlu secara spesifik mengidentifikasikan sebuah negara untuk pembatasan ekspor. Seharusnya cukup dikontrol saja,” ia menambahkan.

    Pada Oktober lalu AS terang-terangan menyebut China sebagai target pembatasan ekspor. Sementara itu, selama ini Jepang tak pernah menyebut negara tetangganya itu secara spesifik.

    Sementara pada Maret, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Jepang mengatakan pihaknya melakukan pembatasan ekspor ke 160 negara. Pembatasan itu pun tak serta-merta menyebut China.

    Selain Jepang, AS juga membujuk Belanda untuk melakukan pembatasan ekspor ke China untuk alat manufaktur chip. Sebab, Belanda dan Jepang merupakan pusat alat manufaktur chip terbesar di dunia.

    Tokyo khawatir pembatasan ekspor yang spesifik mengarah ke China akan memicu kekacauan. Salah satunya, balas dendam China dengan melarang mobil listrik Jepang.

    Orang dalam di pemerintahan mengkritisi aksi AS yang seakan ingin mempermalukan China di hadapan global.

    “Tak ada gunanya membuat pihak lain kehilangan muka mereka, kecuali itu memang tujuan [AS] sejak awal,” ujarnya.



    Artikel Selanjutnya


    Bisnis Samsung Longsor, Profit Anjlok 95% Gegara Ini

    (dem/dem)


    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.