Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»JD.ID Disebut Mau Dijual, Kalah Saing Lawan Tokopedia-Shopee?
    Insight News

    JD.ID Disebut Mau Dijual, Kalah Saing Lawan Tokopedia-Shopee?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Desember 2022Updated:1 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan e-commerce JD.id kabarnya akan dijual. Menurut sebuah informasi, JD.com tengah mencari investor untuk mengambil saham bisnisnya di Indonesia itu.

    Bukan hanya di Indonesia, JD.com juga dilaporkan akan keluar dari pasar Thailand. Di kedua negara, JD.com melakukan usaha patungan yakni dengan Provident Capital Partners untuk Indonesia dan JD Central Thailand bersama dengan Central Group.

    Sumber menyebutkan alasan JD.com menjual bisnisnya di Indonesia dan Thailand. Salah satunya adalah mengurangi kerugian dari dua negara tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, JD.com juga punya rencana untuk memperkuat operasional pasar dalam negerinya, dikutip dari SCMP, Kamis (1/12/2022).

    Sumber tersebut juga mengatakan JD menghadapi tantangan pertumbuhan penjualan di Indonesia dan juga Thailand. Hal tersebut ternyata telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

    JD.com, Provident Capital dan Central Group tidak segera menanggapi permintaan untuk mengomentari laporan tersebut.

    Keluarnya JD.com dari dua negara menjadi pertanda melambatnya pertumbuhan di industri e-commerce. SCMP menyebutkan alasannya karena peningkatan biaya hidup.

    Pendiri dan kepala eksekutif Momentum Works, Jianggan Li mengatakan konsumen Asia Tenggara sedang berhemat. Ini disebabkan karena dolar AS yang menguat membuat mata uang lokal menjadi rugi dan pada akhirnya menyebabkan kenaikan harga produk impor dan bahan bakar.

    Masalah ekonomi juga membuat perusahaan melakukan PHK pada lebih dari 200 orang, ungkap seorang karyawan. Selain itu perusahaan juga melakukan penekanan biaya dan membekukan perekrutan.

    Pegawai tersebut juga menyatakan adanya penjualan stagnan terkait kampanye tidak efisien yang dilakukan perusahaan saat pandemi. Perusahaan juga dinilai melakukan pendekatan tidak tepat pada bisnis lokalnya.

    Li menjelaskan banyak keputusan berdasarkan praktik pasar China, yang sayangnya tidak selalu berjalan di lokal.

    Berdasarkan data iPrice, JD.ID kini e-commerce dengan trafik terbesar ke-10 di Indonesia. Selain Tokopedia, Shopee, dan Blibli di tiga besar, situs dan aplikasi lain seperti Klik Indomaret, Zalora, dan Orami juga ada di atas JD.ID.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Alasan Amazon Habiskan Miliaran Dolar Caplok Perusahaan Lain


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.