Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»JD.ID Bangkrut, Siapkan Karyawan Sisa untuk ‘Tutup Warung’
    Insight News

    JD.ID Bangkrut, Siapkan Karyawan Sisa untuk ‘Tutup Warung’

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Februari 2023Updated:1 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – JD.ID akan menutup seluruh layanannya secara permanen pada 31 Maret 2023 mendatang. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah dilakukan secara beruntun. Pertama pada Mei 2022, lalu disusul tujuh bulan setelahnya pada Desember 2022.

    Menurut penuturan mantan karyawan, selentingan kabar soal rencana JD.ID untuk tutup permanen sudah terendus sejak September 2022. Jejeran manajer sudah wanti-wanti akan ada PHK besar-besaran yang berujung pada penutupan layanan.

    Kepada CNBC Indonesia, mantan karyawan yang enggan dicantumkan identitas aslinya itu mengaku sudah kena PHK sejak Desember lalu. Di divisi besar Marketing tempat ia bernaung, hanya tersisa sekitar 20 orang dari jumlah yang tadinya 80-an orang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Per tim rata-rata hanya tinggal 2 sampai 3 orang [setelah PHK Desember]. Memang sengaja disisain buat sampai tutup,” kata dia pada CNBC Indonesia, Rabu (1/2/2023).

    “Sebenarnya rumor akan tutup sudah ada sejak awal 2022. Tapi makin kencang dan nyata pas dapat spill di September sebelum PHK Desember. Apalagi cabang-cabangnya juga tutup,” ia menambahkan.

    PHK Beruntun JD.ID Berujung Tutup Permanen

    JD.ID diketahui melakukan PHK dengan jumlah pegawai yang terdampak sekitar 200-an atau 30% dari total seluruhnya pada Desember 2022 lalu. Sebelumnya, pada Mei 2022, JD.ID juga sudah memangkas sejumlah karyawannya.

    Menurut mantan karyawan JD.ID yang terkena dampak pada PHK Desember, e-commerce itu memberikan pilihan kepada karyawan mengenai statusnya. Apakah ingin disebut PHK atau resign.

    “Kalau pilih resign, dapat pesangon yang lebih besar,” ujarnya.

    Ia sendiri memilih resign setelah bekerja lebih dari satu tahun di platform tersebut. Untuk hitungan pesangon, ia mendapat 2x gaji penuh sesuai masa kerja.

    Selain itu, ia juga mendapat gaji penuh bulan Desember, meski tak lagi aktif bekerja di minggu pertama. Bonus lainnya berupa gaji hingga 16 Januari 2023, THR, dan bonus akhir tahun.

    “Efektif terhitung resign pas 16 Januari 2023,” kata dia.

    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.