Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jangan Salah, Warna Matahari Ternyata Bukan Kuning!
    Insight News

    Jangan Salah, Warna Matahari Ternyata Bukan Kuning!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Mei 2023Updated:10 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Anda mungkin mengetahui Matahari berwarna kuning. Bahkan saat menggambar Matahari sejak kecil, kita akan cenderung mewarnainya dengan warna kuning.

    Namun ternyata warna asli Matahari bukanlah kuning. IFL Science menjelaskan jika warna pusat tata surya adalah putih, dikutip Rabu (10/5/2023).

    Warna tersebut terkait dua alasan, yakni cahaya yang dipancarkan dan cara kerja mata kita. Laman tersebut menjelaskan jika Matahari akan memancarkan cahaya di seluruh spektrum elektromagnetik, yakni gelombang radio hingga sinar gamma.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Matahari akan memancarkan lebih banyak cahaya berdasarkan suhunya. Ini disebut spektrum, dan cahaya Matahari sangat kuat untuk melintasi panjang gelombang tersebut.

    Terdapat banyak cahaya yang dipancarkan oleh Matahari. Mulai dari hijau, biru, kuning, jingga dan merah. Pada akhirnya gabungan seluruh cahaya itu adalah warna putih.

    Pertanyaan lainnya adalah apakah ada bintang berwarna hijau? Kita pernah mendengar soal bintang merah, biru, dan kuning. Matahari sendiri disebut sebagai bintang kuning.

    IFL Science menjelaskan jika manusia melihat cahaya dengan menggunakan sel khusus yang disebut rods (batang) dan cones (kerucut). Untuk cones, mata akan melihat warna dan ada tiga tipe yakni L, M, atau S untuk melihat gelombang panjang, sedang, atau pendek.

    Namun sel tersebut tidak bereaksi pada semua warna. Kita melihat lampu hijau karena memicu gelombang sedang, sementara untuk panjang dan pendek membuat sensitivitas yang tumpang tindih.

    Sementara itu, IFL Science juga mencatat jika sesuatu memicu pada gelombang M dan L maka akan dekat dengan hijau namun tampak seperti kuning.




    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.