Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jangan Langsung Hapus! Lakukan Ini Jika Jadi Korban Pornografi AI
    Insight News

    Jangan Langsung Hapus! Lakukan Ini Jika Jadi Korban Pornografi AI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 November 2024Updated:14 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Wabah konten porno rekayasa buatan kecerdasan buatan (AI) yang disebut sebagai deepfake telah memakan banyak korban. Tak sedikit deepfake dilakukan untuk revenge porn atau pornografi balas dendam, di mana pelaku berbagi gambar seksual tanpa persetujuan. Yang menjadi korban tentu mayoritas adalah kaum perempuan.

    Lalu bagaimana jika seseorang yang kita kenal atau bahkan diri sendiri menjadi korban deepfake?

    Pengacara Carrie Goldberg, yang menjalankan firma C.A. Goldberg Law berbasis di New York, Amerika Serikat (AS), mengatakan setidaknya ada dua langkah yang dapat diambil oleh korban pelecehan jenis ini untuk melindungi diri mereka sendiri dan tempat untuk mencari bantuan.

    “Bagi seseorang yang mengetahui bahwa mereka, atau anak mereka, telah menjadi subjek pornografi deepfake, pengalaman itu biasanya menakutkan dan membuat kewalahan,” katanya, seperti dikutip CNN International, Kamis (14/11/2024).

    “Terutama jika mereka masih muda dan tidak tahu cara mengatasinya, dan internet adalah tempat yang besar, luas, dan tidak jelas,” tambahnya.

    1. Lakukan Tangkapan Layar atau Screenshot

    Goldberg menyarankan, agar orang-orang yang menjadi korban deepfake melakukan langkah pertama dengan mengambil tangkapan layar konten tersebut. Meskipun berlawanan dengan intuisi, tetapi hal ini harus dilakukan untuk menyimpan bukti.

    “Reaksi spontan adalah menghapusnya dari internet sesegera mungkin,” kata Goldberg. “Namun, jika Anda ingin memiliki opsi untuk melaporkannya secara pidana, Anda memerlukan bukti.”

    2. Laporkan Permintaan Penghapusan ke Situs-Situs

    Selanjutnya, mereka dapat mencari formulir yang disediakan oleh platform seperti Google, Meta, dan Snapchat untuk meminta penghapusan gambar eksplisit.

    “Organisasi nirlaba seperti StopNCII.org dan Take It Down juga dapat membantu memfasilitasi penghapusan gambar semacam itu di berbagai platform sekaligus, meskipun tidak semua situs bekerja sama dengan kelompok tersebut,” jelasnya.

    Sekelompok senator bipartisan mengirim surat terbuka pada Agustus yang menyerukan hampir selusin perusahaan teknologi, termasuk X dan Discord, untuk bergabung dengan program tersebut.

    Di AS, orang yang menjadi korban masih dibiarkan mengikuti berbagai undang-undang negara bagian. Di beberapa tempat, tidak ada hukum pidana yang melarang pembuatan atau penyebaran deepfake eksplisit orang dewasa. Namun gambar seksual anak-anak yang dihasilkan AI biasanya termasuk dalam undang-undang materi pelecehan seksual anak.

    (dce)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Google Pixel Senasib Dengan Iphone 16, Dilarang Dijual di RI





    Next Article



    Heboh Elon Musk Jualan Kripto di YouTube, Ini Faktanya



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.