Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jangan Ketik Nama Ini di ChatGPT, Ternyata Sosok Terlarang
    Insight News

    Jangan Ketik Nama Ini di ChatGPT, Ternyata Sosok Terlarang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Desember 2024Updated:5 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengguna ChatGPT menemukan fenomena menarik baru-baru ini, di mana chatbot AI itu tidak mau menjawab pertanyaan jika ditanya tentang “David Mayer”. Teori konspirasi pun bermunculan.

    Kabar ini menyebar ke pengguna luas pada akhir pekan lalu dan disebut-sebut sebagai nama ‘racun’ bagi chatbot, dengan makin banyak orang yang mencoba mengelabui layanan ChatGPT agar mau menjawab soal nama tersebut.

    Tapi usaha tersebut tidak berhasil. Setiap upaya untuk membuat ChatGPT mengeja nama akan menyebabkan gagal atau bahkan terputus di tengah-tengah nama.

    “Saya tidak dapat memberikan tanggapan,” jawab ChatGPT setiap ditanya soal David Mayer.

    Karena rasa penasaran, banyak pengguna yang mencoba mencari nama lain yang ditolak oleh ChatGPT, dan mereka menemukan bahwa bukan hanya David Mayer yang tidak mau disebutkan oleh chatbot buatan OpenAI itu. Nama lain termasuk, Brian Hood, Jonathan Turley, Jonathan Zittrain, David Faber, dan Guido Scorza.

    Setelah ditelusuri, nama-nama ini memiliki benang merah yang diidentifikasi oleh para pengguna ChatGPT, yakni karena mereka publik figur yang lebih suka informasi tertentu “dilupakan” oleh mesin pencari atau model AI.

    Hood, misalnya, seorang walikota Australia, pernah menuduh ChatGPT keliru menggambarkan dirinya sebagai pelaku kejahatan beberapa dekade yang lalu, yang sebenarnya telah dia laporkan. Meskipun pengacaranya menghubungi OpenAI dan tidak ada gugatan yang diajukan.

    Pada dasarnya, masing-masing orang yang ditolak oleh ChatGPT, secara resmi meminta agar informasi yang berkaitan dengan mereka secara online dibatasi atau dilarang dengan cara tertentu.

    Tidak ada penjelasan resmi dari OpenAI soal ini, tapi diduga model AI ini memiliki daftar orang-orang yang namanya memerlukan penanganan khusus.

    Entah karena masalah hukum, keamanan, privasi, atau masalah lainnya, nama-nama ini kemungkinan besar dilindungi oleh aturan khusus, seperti halnya banyak nama dan identitas lainnya.

    Ada banyak aturan khusus seperti itu pada chatbot AI, dan setiap permintaan harus melalui berbagai bentuk pemrosesan sebelum dijawab.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Mau Bikin Robot, Bos ChatGPT dan Amazon Patungan




    Next Article



    Bikin AI Gratisan, Induk Facebook Siap Lawan Google-ChatGPT



    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.