Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jangan Kaget! Ini Riset Terbaru Soal Vaksin Booster Pfizer
    Insight News

    Jangan Kaget! Ini Riset Terbaru Soal Vaksin Booster Pfizer

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Februari 2022Updated:15 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kemanjuran dosis ketiga vaksin mRNA Pfizer dan Moderna berkurang secara substansial pada bulan keempat setelah pemberian. Hal ini terungkap dari sebuah studi baru oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

    Studi baru ini didasarkan pada lebih dari 241.204 kunjungan ke unit gawat darurat dan 93.408 rawat inap, di antara orang dewasa dengan penyakit mirip Covid-19 selama 26 Agustus 2021-22 Januari 2022.

    Kemanjuran vaksin diperkirakan dengan membandingkan peluang tes Covid positif antara pasien yang divaksinasi dan tidak divaksinasi.

    Mengutip laman Straits News, Selasa (15/2/2022), peneliti menggunakan metode statistik untuk mengontrol waktu, wilayah geografis, sambil menyesuaikan usia, tingkat penularan lokal, dan karakteristik pasien seperti penyakit penyerta atau komorbid

    Selama periode varian omikron, kemanjuran vaksin terhadap bagian darurat terkait covid-19 atau kunjungan perawatan darurat sebesar 87% selama dua bulan setelah dosis ketiga. Namun kemudian, angka ini turun menjadi 66% pada bulan keempat.

    Sementara, kemanjuran vaksin terhadap pasien rawat inap mencapai 91% dalam dua bulan pertama. Angka ini juga turun menjadi 78% pada bulan keempat setelah dosis ketiga.

    “Temuan bahwa perlindungan yang diberikan oleh vaksin mRNA berkurang dalam beberapa bulan setelah menerima dosis vaksin ketiga memperkuat pentingnya pertimbangan lebih lanjut dari dosis tambahan untuk mempertahankan atau meningkatkan perlindungan,” para penulis menyimpulkan.

    Berbicara pada briefing Covid di Gedung Putih, penasihat medis utama Presiden Joe Biden Anthony Fauci mengatakan kemungkinan dosis keempat akan lebih mungkin diperlukan untuk sekelompok orang. Vaksin dosis keempat itu meningkatkan respons kekebalan yang lebih lemah, seperti orang tua dan mereka yang memiliki komorbid.

    Informasi saja, Amerika Serikat (AS) menggunakan vaksin primer atau dua dosis vaksin Pfizer dan Moderna.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.