Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jangan Ambil MBA di Harvard, Ini Bocoran dari Menkes
    Insight News

    Jangan Ambil MBA di Harvard, Ini Bocoran dari Menkes

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Agustus 2023Updated:28 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong warga RI untuk kuliah atau mendorong keluarga untuk menempuh pendidikan di bidang STEM. Menurutnya, profesi di bidang sains bakal banyak dicari dibanding lulusan MBA dari luar negeri.

    Dia menjelaskan pemerintah menyiapkan 2.500 beasiswa. Ini bukan hanya untuk bidang kedokteran, tapi juga terkait bioteknologi, bioinformasi, dan biogenetik.

    “Tahun ini 2.500 beasiswa udah secure. Bukan hanya dokter atau dokter speasialis, tapi juga bioinfromatics dan biogenetics, bioindustries kita siapin,” kata Budi dalam Tech Conference 2023 CNBC Indonesia, Selasa (22/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan rencana itu, dia bahkan bergurau sekolah elit seperti Harvard Business School tidak akan lagi jadi favorit. Namun akan bergeser ke bidang kesehatan.

    “Sekarang bioinformatic, biogenetics. Aku lagi berjuang supaya temen-temen mau ambil belajarnya ke sana,” ungkapnya.

    Kementerian Kesehatan juga melakukan identifikasi universitas dan profesor terbaik. Dia akan mendekati mereka yang akan mengambil gelar Phd untuk bisa membuat riset terkait Indonesia.

    “Enggak cuman beasiswa, tapi biayai risetnya,” jelas Budi.

    Dalam kesempatan itu, dia juga mengungkapkan potensi besar di bidang kesehatan. Data sektor tersebut disebut sangat besar yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan di tanah air.

    Dia mencontohkan dari jumlah bayi yang dilahirkan saja bisa mencapai 4 juta bayi per tahun. Dari data bayi tersebut bisa diambil dan dimanfaatkan.

    “Bayangkan bayinya kita imunisasi, bayinya kita ambil datanya. banyak sekali yg bisa kita lakukan. AI bisa digunakan startup untuk diagnostik,” kata Budi.

    Selain itu Kementerian Kesehatan tengah menyiapkan data medis masyarakat. Di sana akan tertera data mulai dari vaksinasi hingga penyakit tertentu yang diderita.

    “Kita sudah mulai tahun ini clinical database dari 260 juta rakyat, siapa yang sudah vaksin ini, siapa yang darah tinggi kolesterol tinggi, dll,” ungkapnya.


    Artikel Selanjutnya


    Tonton Menkominfo Bicara Data Murah, BTS, dan Startup, Now!


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.