Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jack Ma Buka Suara Soal ChatGPT, Kasih Warning Ini
    Insight News

    Jack Ma Buka Suara Soal ChatGPT, Kasih Warning Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 April 2023Updated:3 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Jack Ma akhirnya pulang kampung ke China setelah sekitar 2 tahun melalang buana. Hal ini menunjukkan Presiden Xi Jinping mulai melunak ke milyarder tersebut, serta industri teknologi secara umum.

    Salah satu agenda pertama Ma adalah mengunjungi Yungu School, yakni sekolah swasta yang dibiayai Alibaba dan berlokasi di Hangzhou.

    Dalam kunjungannya, Ma menyinggung soal kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI), utamanya sejak kemunculan chatbot populer ChatGPT. Ia bercengkrama dengan para guru di sekolah itu soal dampak dari ChatGPT.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Teknologi seperti ChatGPT membawa tantangan baru untuk dunia pendidikan, akan tetapi teknologi ini hanyalah permulaan dari era kecerdasan buatan,” kata Ma, dikutip dari Weixin, Senin (3/4/2023).

    Lebih lanjut, Ma menegaskan bahwa AI seharusnya berperan sebagai pembantu aktivitas manusia, bukan malah menggantikan peran manusia.

    “Meski kekuatan fisik dan mental manusia lebih lemah dari mesin, namun manusia punya hati,” ujarnya.

    Ia juga mendorong agar manusia berperan dalam kemajuan teknologi AI ke depannya. Ia menyarankan agar teknologi AI tak bisa dilepas hinggga tak terkendali.

    Kemunculan Ma di China dianggap membawa hawa segar bagi perekonomian. Sebelumnya, Ma kabur dari Negeri Tirai Bambu usai mendapat tekanan bertubi-tubi dari pemerintah.

    Pekan lalu, Alibaba mengumumkan restrukturisasi besar-besaran. Raksasa tersebut akan membagi bisnisnya menjadi 6 unit. Saham Alibaba pun naik usai resktrukturisasi tersebut, 12% di bursa Hong Kong dan 14% di Wall Street.

    “Strategi ini dirancang untuk meningkatkan daya saing dan nilai pemegang saham,” kata juru bicara perusahaan.

    Menilik ke 2 tahun lalu, hal ini bisa dibilang tak mungkin terjadi. Pasalnya, pemerintah China kala itu menentang habis-habisan ekspansi perusahaan teknologi yang sudah menjadi dinasti konglomerat.

    Pemerintah melunak ke Jack Ma Cs bukan tanpa alasan. Selama 2 tahun terakhir, perekonomian China terpukul karena kebijakan Covid yang ketat.

    Selain itu, aturan yang mengekang bagi perkembangan sektor teknologi juga membuat ekonomi melambat. Kini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada tahun ini.

    Untuk mencapai itu, China sadar perlu bantuan sektor privat, utamanya industri teknologi. Apalagi, China juga tengah digempur pihak global dengan pemblokiran TikTok di mana-mana.




    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.