Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Israel Tiba-Tiba Marah ke Turki karena Ismail Haniyeh
    Insight News

    Israel Tiba-Tiba Marah ke Turki karena Ismail Haniyeh

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Agustus 2024Updated:4 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Israel melayangkan protes kepada Kedutaan Besar Turki karena menurunkan bendera setengah tiang sebagai ungkapan duka terhadap kematian pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh.

    “Negara Israel tidak akan menoleransi ungkapan duka cita untuk seorang pembunuh seperti Ismail Haniyeh,” kata Menteri Luar Negeri Israel Katz dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Minggu (4/8/2024).

    Sebagaimana diketahui, Haniyeh terbunuh di Teheran saat menghadiri pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Israel belum menyatakan tanggung jawab resmi atas kematiannya, namun Iran dan sekutunya termasuk Hamas dan Hizbullah menuduh Israel melakukan pembunuhan tersebut dan bersumpah akan membalas dendam.

    Presiden Turki Tayyip Erdogan bahkan menyatakan hari Jumat 2 Agustus sebagai hari berkabung nasional untuk Haniyeh.

    Hingga kini, penyebab kematian Haniyeh masih abu-abu. Haniyeh disebut tewas akibat bom yang telah diselundupkan di tempatnya menginap di Teheran, Iran, sejak beberapa bulan lalu.

    Hal ini pertama kali diberitakan oleh The New York Times. Media tersebut mengatakan kematian Haniyeh dan bodyguard-nya disebabkan ledakan sebuah bom canggih yang dikendalikan dari jarak jauh.

    Laporan tersebut mengutip seorang pejabat Amerika Serikat (AS) dan tujuh pejabat Timur Tengah, termasuk dua anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran.

    Tak hanya itu. Juga disebutkan, para pejabat dari AS dan Timur Tengah yang mengatakan Israel berada di balik pembunuhan tersebut.

    Terbaru, Garda Revolusi Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan, Haniyeh terbunuh oleh proyektil jarak pendek yang ditembakkan dari luar kediamannya.

    Mereka juga bersumpah akan memberikan hukuman keras atas pembunuhannya, demikian dikutip dari Al Jazeera, Minggu (4/8/2024).

    Sebelumnya, media pemerintah Iran dan Hamas juga sempat mengindikasikan Haniyeh terbunuh oleh roket yang ditembakkan dari luar gedung tempat ia menginap.

    Di sisi lain, perkembangan perang di Gaza yang pecah sejak 7 Oktober 2023 lalu hingga kini telah “memakan” korban setidaknya 39.550 orang tewas dan 91.280 lainnya luka-luka. Diperkirakan 1.139 orang terbunuh di Israel selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober dan lebih dari 200 orang ditawan.

    (mkh/mkh)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Potensi Bisnis Data Center di Tengah ‘Ledakan” Data Digital





    Next Article



    Sekjen PBB Kutuk Serangan Drone Iran ke Israel



    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.