Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Israel Siap ‘Perang’ Melawan Amerika dan China, Ada Apa?
    Insight News

    Israel Siap ‘Perang’ Melawan Amerika dan China, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juni 2024Updated:1 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Aksi genoside yang dilancarkan Israel ke Palestina di Gaza masih terus berlangsung, di tengah tekanan dunia untuk menghentikan perang.

    Di saat bersamaan, Israel kembali ingin ‘berperang’ melawan dominasi Amerika Serikat (AS) dan China di sektor teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Sejauh ini, AS dan China merupakan dua negara yang paling kencang mengembangkan teknologi AI. Demi mendominasi pasar, AS bahkan berupaya menjegal pengembangan teknologi AI China dengan melakukan pemblokiran akses.

    Terbaru, Israel juga ikut dalam ‘pertempuran’ AI tersebut. Bulan depan, Israel berencana meluncurkan tender untuk pengembangan superkomputer pertamanya.

    Dilaporkan Reuters, Israel ingin mengukuhkan posisi sebagai pemimpin teknologi AI di dunia. Hal tersebut diungkap Kepala Otoritas Inovasi yang dibekingin pemerintah Israel, Dror Bin.

    Dalam konferensi AI, Dror Bin mengatakan AI sudah familiar dalam sektor teknologi Israel. Namun, negara tersebut akan menggenjot pengembangannya agar tak tertinggal dari evolusi teknologi AI yang makin kencang.

    Lebih lanjut, ia mengumbar pemerintah Israel telah menganggarkan US$ 250 juta untuk program nasional AI yang melibatkan pemerintah, industri, dan akademisi.

    Sebanyak 60% dari pendanaan tersebut akan dieksekusi pada 2024 dan diselesaikan pada 2027. Ada kemungkinan selanjutnya pendanaan akan ditambah lagi.

    Sektor teknologi berkontribusi terhadap 20% kekuatan ekonomi Israel. Bin mengatakan dari 9.000 startup Israel, 2.200 di antaranya menggunakan AI.

    Ia juga mengklaim Israel merupakan negara ketiga dengan firma AI-generatif terbanyak di dunia.

    “Tujuan kami adalah memastikan Israel tetap berada dalam posisi pemimpin AI di dunia,” kata dia.

    Menurut Bin, superkomputer yang mampu melatih bahasa model besar (LLM) AI sangat krusial untuk menunjang dominasi Israel di sektor AI.

    “Ketika perusahaan teknologi dan peneliti mau melatih LLM, mereka harus membayar cloud. Tak ada data center local dengan kapasitas GPU yang signifikan untuk melatih LLM di sini,” ia menuturkan.

    Superkomputer akan tersedia untuk peneliti dan perusahaan dalam melatih LLM dengan biaya yang lebih rendah.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Pusat Data Nasional Bobol, Siapa Yang Harus Tanggung Jawab?




    Next Article



    Israel Dipaksa Buka-Bukaan Senjata Pemusnah Gaza, Biden Terseret



    (fab/fab)

    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.