Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Israel Hancurkan Gaza Pakai AI, Pakar Sebut Baru Permulaan
    Insight News

    Israel Hancurkan Gaza Pakai AI, Pakar Sebut Baru Permulaan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Desember 2023Updated:15 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pasukan Israel menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menargetkan kelompok Hamas. Sejak gencatan senjata berakhir pada 1 Desember lalu, angkatan udara Israel sudah membombardir 3.500 titik di seluruh Gaza.

    Secara total, sudah lebih dari 18.600 warga Palestina di Gaza yang tewas akibat serangan tanpa henti yang digencarkan militer Israel.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Teknologi AI digunakan pasukan Israel untuk menyasar target secara real-time. Dinamai ‘The Gospel’, AI tersebut mampu mengidentifikasi lawan Israel beserta peralatan yang dimiliki.

    Banyak yang mengkritik pemanfaatan AI pada serangan Israel. Pasalnya, sistem itu telah membantu pembunuhan belasan ribu warga sipil Palestina.

    “Tampaknya serangan Israel ingin memaksimalkan kehancuran di Gaza,” kata antropolog dan profesor emeritus dari Lancaster University, Lucy Suchman, dikutip dari GPB, Jumat (15/12/2023).

    “Jika sistem AI diklaim bekerja secara efektif oleh pasukan Israel, lalu bagaimana menjelaskan banyaknya korban sipil?”, ia menanyakan.

    Engineering Director AI Assurance di Trail of Bits, Heidy Khlaaf, menyoroti kecanggihan sistem AI untuk membantu manusia. Jika pasukan Israel banyak salah sasaran dan membunuh warga sipil, lantas bagaimana AI bisa efektif untuk hal lain?

    “Algoritma AI saat ini masih banyak kekurangan dengan tingkat eror yang tinggi. Pemanfaatannya berbahaya untuk sesuatu yang membutuhkan presisi, akurasi, dan keamanan yang mumpuni,” kata dia.

    Menurut para pakar, pemanfaatan AI oleh pasukan Israel menjadi fase pertama penerapan teknologi itu untuk kebutuhan perang. Mantan Kepala Agen Intelijen Pertahanan AS, Robert Ashley, AI berpotensi memberikan perintah yang jauh lebih cepat ketimbang manusia.

    “Anda bisa membuat keputusan jauh lebih cepat ketimbang musuh. Inilah kegunaan AI,” kata dia.

    Menurut dosen di Hebrew University, Tal Mimran, The Gospel merupakan salah satu dari beberapa program AI yang dikembangkan Israel. Mimran sebelumnya bekerja untuk pemerintah Israel dalam mengembangkan siste penargetan untuk operasi militer.

    Ia mengatakan, sistem AI Israel lainnya mampu mengumpulkan data intelijen penting dan mengklasifikasikannya secara otomatis. The Gospel sendiri, kata dia, tak cuma menargetkan manusia.

    Sistem itu mampu menargetkan peralatan perang lawan. Misalnya alat peluncuran roket, hingga fasilitas yang ditempati pasukan Hamas.

    “Intinya, Gospel meniru cara kerja kelompok intelijen di masa lalu dengan lebih cepat,” kata dia.

    Kecanggihan Gospel tak main-main. Jika intel tradisional bisa memproduksi target sekitar 30-100 dalam 300 hari, maka Gospel bisa menyodorkan 200 target dalam 10-12 hari. Artinya, Gospel bekerja 50 kali lebih cepat.



    Artikel Selanjutnya


    Konflik Israel, Google Perintah Telegram Blokir Akun Hamas

    (fab/fab)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.