Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Israel Bombardir Rafah, Facebook Buka-bukaan Fakta Ngeri
    Insight News

    Israel Bombardir Rafah, Facebook Buka-bukaan Fakta Ngeri

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Mei 2024Updated:2 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp) terang-terangan mengungkap temuan konten buatan sistem kecerdasan buatan (AI) digunakan pada platformnya.

    Konten buatan AI tersebut termasuk komentar-komentar yang memuji strategi Israel dalam melancarkan perang di Gaza. Komentar-komentar itu dipublikasikan di bawah unggahan dari perusahaan media internasional dan pemangku kebijakan Amerika Serikat (AS).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam laporan keamanan kuartalannya, Meta mengatakan akun-akun yang berkedok mahasiswa Yahudi, komunitas Afrika-Amerika, dan kelompok lainnya, menargetkan audiens di Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

    Postingan buatan AI itu juga mengatribusikan kampanyenya berafiliasi dengan firma pemasaran politik berbasis Tel Aviv, STOIC. Namun, STOIC tidak segera merespons permintaan konfirmasi dari Reuters.

    Laporan ini adalah yang pertama kali menunjukkan temuan penggunaan AI berbasis teks pada platform Meta, dikutip dari Reuters, Kamis (30/5/2024).

    Peneliti mewanti-wanti bahwa penggunaan AI dapat secara cepat dan murah memproduksi konten berupa gambar, audio, dan teks, untuk menyebarkan kampanye disinformasi.

    Dalam keterangan pers, eksekutif keamanan Meta mengaku pihaknya telah menghapus kampanye Israel bermuatan sesat.

    Lebih lanjut, Meta juga mengatakan bahwa konten-konten buatan AI di platformnya masih jauh dari realistis, sehingga tidak sulit membedakannya dengan konten asli.

    “Ada beberapa contoh di platform kami yang menunjukkan tool AI mampu menciptakan konten. Barangkali hal ini digunakan untuk menyebarkan isu secara lebih cepat dan masif. Namun, konten-konten buatan AI ini bisa terdeteksi,” kata Head of Thread Investigations Meta, Mike Dvilyanski.

    Sebelumnya, peneliti menemukan beberapa contoh image generators dari perusahaan-perusahaan AI besar seperti OpenAI dan Microsoft yang memproduksi foto-foto dengan narasi palsu. Padahal, perusahaan-perusahaan tersebut mengklaim layanannya melawan penyebaran disinformasi.


    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.