Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Isi Sidang Google Vs Amerika Soal Masa Depan Internet
    Insight News

    Isi Sidang Google Vs Amerika Soal Masa Depan Internet

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 September 2023Updated:13 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sidang Google versus pemerintah Amerika Serikat mulai bergulir. Jaksa AS menuduh dominasi Google di bisnis pencarian internet melanggar hukum.

    Dalam sidang yang digelar Selasa (13/9/2023), jaksa AS menuduh Google menghabiskan US$ 10 miliar membayar perusahaan seluler dan browser agar mesin pencarian mereka diutamakan.

    Saat ini, Google menguasai sekitar 90 persen pangsa pasar mesin pencarian internet. “Kasus ini soal masa depan internet,” kata Kenneth Dintzer, jaksa federal dari Departemen Kehakiman AS.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dintzer dan tim penuntut federal menuding Google mulai melakukan praktik monopoli sejak 2010. Mesin pencari Google disebut sebagai kunci seluruh bisnis perusahaan, sebagai sumber pendapatan iklan dan pencipta laba di bidang industri lainnya.

    Pihak pemerintah AS juga menuduh Google memanipulasi lelang iklan digital di internet agar harga yang harus dibayar oleh pengiklan makin tinggi.

    “Defaults [setelan bawaan], dan ukuran, berpengaruh signifikan. Goole secara ilegal mempertahankan monopoli selama lebih dari satu dekade,” kata Dintzer. “Jika Google yang menetapkan aturan, tentu [aturan] akan selalu menguntungkan mereka.”

    Tanpa kompetisi yang berarti, ia mengatakan Google jadi tidak lagi bergantung kepada inovasi dan tidak terlalu peduli terhadap privasi.

    Ia juga menunjukkan upaya Google untuk menutupi diskusi soal pembayaran dari Google ke perusahaan terkait. Bahkan, ada bukti percakapan antara CEO Google Sundar Pichai dengan pihak lain yang isinya meminta fungsi riwayat [history] dimatikan dalam utas percakapan tersebut.

    “Mereka tahu kesepakatan ini melanggar aturan anti-monopoli,” kata Dintzer.

    Pengacara Google, John Schmidtlein, mengatakan pembayaran Google ke operator seluler dan perusahaan pengembang browser seperti Mozilla untuk memastikan mereka selalu update dalam hal keamanan dan pengelolaan software.

    “Para pengguna [internet] kini punya opsi alat pencarian dan cara mencari informasi secara online, jauh lebih banyak dari sebelumnya,” katanya.

    Ia juga menegaskan bahwa munculnya Google sebagai mesin pencarian utama di Apple dan Mozilla adalah buah dari kompetisi.

    Selain itu, Schmidtlein menegaskan bahwa pengguna yang tidak puas dengan Google bisa dengan mudah menggunakan aplikasi lain seperti Bing, Yahoo, atau DuckDuckGo di browser atau perangkat mereka.

    (dem/dem)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.