Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Iran Bantah Bertemu dengan Elon Musk: Cerita yang Dibuat-buat
    Insight News

    Iran Bantah Bertemu dengan Elon Musk: Cerita yang Dibuat-buat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 November 2024Updated:17 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membantah pertemuannya antara utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan miliarder Amerika Serikat (AS), Elon Musk. Pernyataan tersebut dikatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah.

    Mengutip Reuters, Araqchi juga memperingatkan bahwa Iran siap untuk berkonfrontasi atau bekerja sama dalam perselisihannya dengan badan pengawas nuklir PBB, IAEA, dan negara-negara Barat yang tergabung dalam badan tersebut terkait program nuklirnya.

    “Ini (laporan pertemuan) adalah cerita yang dibuat-buat oleh media Amerika, dan motif di baliknya juga bisa diduga,” kata Araqchi dikutip Minggu (17/11).

    The New York Times melaporkan, beberapa waktu lalu, Musk, yang merupakan penasihat Presiden terpilih AS Donald Trump, bertemu dengan duta besar Iran untuk PBB pada hari Senin.

    “Menurut pendapat saya, rekayasa media Amerika tentang pertemuan antara Elon Musk dan perwakilan Iran adalah bentuk pengujian untuk melihat apakah ada dasar untuk langkah tersebut,” kata Araqchi.

    “Kami masih menunggu pemerintahan baru AS untuk mengklarifikasi kebijakannya, dan berdasarkan hal itu, kami akan menyesuaikan kebijakan kami sendiri. Saat ini, ini bukan waktunya untuk melakukan pertemuan semacam itu dan juga tidak tepat,” kata Araqchi.

    “Tidak ada izin dari pemimpin untuk pertemuan semacam itu,” kata Araqchi, merujuk pada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang memiliki keputusan akhir dalam segala hal kenegaraan.

    Hubungan antara Teheran dan IAEA terlanjur memburuk karena beberapa masalah yang telah berlangsung lama, termasuk Iran yang melarang para ahli pengayaan uranium dari negara tersebut dan kegagalannya untuk menjelaskan jejak-jejak uranium yang ditemukan di lokasi-lokasi yang tidak diumumkan.

    “Jalur nuklir kami di tahun mendatang akan menjadi sensitif dan kompleks, dan kami siap untuk konfrontasi atau kerja sama,” kata Araqchi.

    Ia menambahkan, bahwa kesepakatan nuklir 2015, yang mana Trump keluar pada tahun 2018 pada masa jabatan pertamanya, tidak lagi memiliki nilai yang sama bagi Iran.

    “Jika negosiasi dimulai, pakta nuklir dapat berfungsi sebagai referensi, tetapi tidak lagi memiliki signifikansi sebelumnya. Kita harus mencapai kesepakatan yang layak,” pungkasnya.

    (pgr/pgr)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Musk Buat Robotaxi, Tesla Setop Bikin Mobil Listrik





    Next Article



    Baru Juni 2024, Elon Musk Sudah PHK 121.000 Karyawan Tesla



    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.