Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»iPhone 15 Bakal Super Mahal dan Langka, Ini Alasannya
    Insight News

    iPhone 15 Bakal Super Mahal dan Langka, Ini Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Juli 2023Updated:26 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada kabar buruk bagi pecinta Apple yang sudah menanti-nanti kehadiran seri iPhone 15 pada akhir tahun ini. Pasalnya, Apple dilaporkan berencana menaikkan harga jual untuk varian Pro.

    Sejak 2019, Apple menjual lini Pro mulai US$ 999 di AS. Sementara model Pro Max dibanderol mulai US$ 1.099.

    Namun, harga tersebut dikabarkan akan naik gila-gilaan untuk iPhone 15 Pro dan Pro Max. Dikutip dari CNBC International, Selasa (25/7/2023), prioritas Apple adalah meningkatkan pendapatan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebab, pendapatan Apple sempat terhantam gara-gara pandemi Covid-19. Kala itu, Apple masih menahan keinginan untuk menaikkan harga jual iPhone.

    Lantas, penjualan iPhone 14 keluaran 2022 lalu anjlok dan mengakibatkan pendapatan dari produk itu merosot 8%. Selain karena faktor makroekonomi yang tak stabil, ada masalah pada rantai pasokan barang di China.

    Beberapa saat lalu, iPhone 15 Pro dan Pro Max pun dikatakan mengalami masalah produksi. Sebab, Apple ingin membuat layarnya lebih tak berbingkai (bezel-less).

    Proses produksinya lebih sulit, sehingga berpotensi mengakibatkan jumlah produksi tak semasif target. Jika sudah begitu, dampaknya akan mengakibatkan kelangkaan produk ketika diluncurkan dan menurunkan penjualan.

    Apple hingga kini belum berkomentar soal ini.

    Menurut analis, peningkatan harga iPhone masih masuk akal. Secara keseluruhan, penjualan smartphone global memang tengah lesu. Namun, tren menunjukkan konsumen masih berminat membeli perangkat mahal dengan kualitas terbaik.

    “Permintaan smartphone global masih di bawah ekspektasi, tetapi pasar premium [seperti Apple] tak terlalu berdampak,” kata analis Sidney Ho dari Deutsche Bank.



    Artikel Selanjutnya


    iPhone 15 Terancam Diblokir di Eropa, Ini Biang Keroknya

    (fab/fab)


    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.